Ilustrasi: Medcom.id
Hina Veteran Lewat Lelucon, Komedian Rusia Divonis 6 Tahun Penjara
Fajar Nugraha • 5 February 2026 20:10
Moskow: Imbas melontarkan lelucon yang dianggap menghina veteran, seorang komedian Rusia hadapi vonis penjara hampir 6 tahun.
Pengadilan Moskow menjatuhkan vonis hukuman lima tahun sembilan bulan penjara kepada komedian stand-up, Artemy Ostanin. Ostanin dinyatakan bersalah setelah membawakan materi lelucon yang dianggap menghina veteran perang penyandang disabilitas.
Kasus ini bermula saat Ostanin menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang mantan tentara yang kehilangan kedua kakinya di kereta bawah tanah dan menyebutnya sebagai pemain sepatu roda tanpa kaki.
Walaupun Ostanin membantah bahwa materinya merujuk pada veteran perang Ukraina, pengadilan tetap menyatakan dirinya bersalah atas dakwaan menghasut kebencian dan penghinaan terhadap perasaan keagamaan.
Vonis terhadap Ostanin menambah daftar panjang tindakan keras Pemerintah Rusia terhadap pihak-pihak yang dinilai berseberangan dengan kebijakan militer di Ukraina. Setelah penangkapannya tahun lalu, Ostanin bahkan dimasukkan ke dalam daftar teroris dan ekstremis oleh otoritas Moskow.
"Saya berharap tidak ada orang lain yang mengalami pelecehan hukum brutal seperti yang saya alami," ujar Ostanin dalam pernyataan resminya di pengadilan, seperti dikutip CBS News, Kamis, 5 Februari 2026.
Hakim yang memimpin persidangan, Olesya Mendeleyeva, diketahui telah masuk dalam daftar sanksi Departemen Keuangan Amerika Serikat sejak Desember 2024. Sanksi tersebut dijatuhkan atas perannya dalam penahanan sewenang-wenang terhadap sejumlah tokoh oposisi yang menyuarakan penolakan terhadap perang.
Sejak meluncurkan invasi ke Ukraina pada 2022, Rusia secara masif meningkatkan kampanye untuk membungkam para kritikus. Terdapat beberapa kasus serupa yang mencuri perhatian dunia internasional.
Sasha Skochilenko, seniman yang divonis tujuh tahun penjara karena mengganti label harga swalayan dengan pesan anti-perang. Sementara itu, Vladimir Kara-Murza, aktivis oposisi dan jurnalis yang dijatuhi hukuman 25 tahun penjara atas tuduhan pengkhianatan setelah mengkritik perang dan Diana Loginova, pemusik jalanan berusia 18 tahun yang dipenjara karena menyanyikan lagu anti-perang.
Tindakan hukum yang ketat ini menunjukkan komitmen Kremlin dalam mengawasi narasi publik terkait operasi militer mereka, termasuk dalam ranah hiburan dan seni budaya.
(Kelvin Yurcel)