Rumah Sakit Lapangan yang didirikan Kementerian Kesehatan. Foto: dok. Kemenkes.
Kemenkes Siapkan RS Lapangan hingga Ruang Operasi di Ruteng NTT
M. Iqbal Al Machmudi • 19 August 2026 11:01
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) percepat pembangunan Rumah Sakit (RS) lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng yang terdampak gempa pada 15 Agustus lalu.
"Di sini sudah kita pasang lima tenda," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulis, Rabu, 19 Agustus 2026.
"Untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi," kata Budi.
Kemenkes berencana menambah tenda rawat inap sehingga kapasitas rumah sakit lapangan dapat ditingkatkan menjadi sedikitnya 100 tempat tidur. Tenda tambahan dikirim dari Bali untuk memperkuat kapasitas pelayanan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali,” ujar Budi.
RS lapangan dirancang untuk memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pasien. Area rawat inap menggunakan lantai khusus yang memudahkan mobilisasi pasien maupun peralatan medis, sekaligus membantu menjaga kebersihan dan mencegah masuknya air ke dalam tenda ketika terjadi hujan.
Tenda yang digunakan merupakan tenda standar tanggap bencana yang telah digunakan dalam berbagai respons bencana di dunia, termasuk oleh organisasi kemanusiaan internasional. Fasilitas tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan pelayanan kesehatan di lokasi bencana.
Salah satu fasilitas utama yang disiapkan adalah ruang operasi. Tenda ruang operasi dirancang sebagai ruang steril yang dapat diisolasi untuk menjaga standar keselamatan dan pencegahan infeksi selama tindakan pembedahan.

Tenda khusus ruang operasi di RS Lapangan NTT. Foto: dok. Kemenkes.
Ruang operasi dilengkapi dengan lampu operasi, meja operasi, serta area untuk memasukkan dan menyiapkan peralatan medis. Sebelum digunakan, ruang tersebut akan melalui proses pembersihan dan sterilisasi.
“Ini ruang operasi. Nanti disterilisasi. Ruang ini steril dan bisa diisolasi. Fasilitas seperti ini pernah digunakan saat bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh,” kata Budi.
Selain membangun fasilitas pelayanan sementara, Kemenkes juga terus memobilisasi tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, untuk menangani pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan dan tindakan operasi.
Dengan dukungan fasilitas rumah sakit lapangan, tenaga medis, dan logistik kesehatan, Kemenkes memastikan masyarakat terdampak gempa tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan sesuai kebutuhan.