PTPN III menandatangani MoU kerja sama usaha dengan 11 mitra strategis dalam memperkuat pengembangan ekosistem hilirisasi ubi kayu secara terintegrasi di Provinsi Lampung. Foto: dok PTPN.
PTPN Group Kembangkan Hilirisasi Ubi Kayu di Lampung
Husen Miftahudin • 13 August 2026 17:32
Bandar Lampung: PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III memperkuat pengembangan ekosistem hilirisasi ubi kayu secara terintegrasi di Provinsi Lampung. Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan 11 mitra strategis dari berbagai unsur, mulai dari perusahaan swasta, badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik desa (BUMDes), koperasi, hingga yayasan.
Melalui anak usahanya, PTPN I (Persero), PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama usaha dengan 11 mitra strategis. Penandatanganan berlangsung di Kantor Regional PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk membangun rantai nilai ubi kayu dari sektor hulu hingga hilir. Selain mendukung ketahanan pangan dan energi, program ini ditujukan untuk membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal.
Kerja sama dengan 11 mitra menjadi tahap awal dari target pengembangan lahan ubi kayu seluas 10 ribu hektare di Lampung. Pada tahap perdana, 11 mitra telah merencanakan penanaman ubi kayu di lahan seluas 7.313 hektare.
Lahan tersebut akan dikembangkan melalui program budi daya terpadu. Sementara itu, sisa target lahan akan direalisasikan secara bertahap seiring dengan perluasan kemitraan dan kesiapan lahan.
Perkuat ekonomi desa
Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan kolaborasi multipihak menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem bisnis yang melibatkan masyarakat.
Menurut Denaldy, peran BUMN tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pengembangan lahan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, dan penguatan ekonomi desa.
"Kami di PTPN III (Persero) membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi on farm, kami fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budi daya, dan pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi," jelas Denaldy seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 13 Agustus 2026.
"Di sisi off farm, kami mengarahkan hilirisasi pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Dengan demikian, ubi kayu memberikan kontribusi ganda, yaitu untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani," jelas dia menambahkan.
Pengembangan ekosistem tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Lampung, BUMDes, koperasi, BUMD, dan masyarakat. PTPN III menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk membangun rantai nilai yang inklusif.
"Sinergi yang digerakkan oleh PTPN III (Persero) sebagai Holding dan dilaksanakan oleh PTPN I (Persero) ini adalah langkah nyata mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Lampung, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Denaldy.

(PTPN III menandatangani MoU kerja sama usaha dengan 11 mitra strategis dalam memperkuat pengembangan ekosistem hilirisasi ubi kayu secara terintegrasi di Provinsi Lampung. Foto: dok PTPN)
PTPN I siapkan implementasi program
Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I (Persero) Arif Budiman mengatakan PTPN I siap menjalankan program tersebut secara bertahap, mulai dari penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budi daya, hingga integrasi dengan industri hilir.
"Kami optimistis kolaborasi yang dipimpin oleh Holding ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal," ungkap dia.
"Kehadiran BUMN di sini adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh korporasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak. Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan program ini sebagai model agribisnis modern yang berkelanjutan," tambah Arif.
Ke depan, pengembangan ekosistem ubi kayu di Lampung akan diperkuat melalui riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan industri hilir.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk menghasilkan produk olahan dengan nilai tambah sekaligus memperkuat peran ubi kayu dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.