Ilustrasi. Foto: Dok MI
Pertamina Patra Niaga Jamin Distribusi Energi Aman di 2026
Eko Nordiansyah • 9 January 2026 17:10
Jakarta: PT Pertamina Patra Niaga menutup 2025 dengan pencapaian positif dan siap menapaki 2026. Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan energi hadir secara merata dari Sabang sampai Merauke serta berkelanjutan.
“Kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi fondasi utama kami untuk melangkah ke 2026,” ujar Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra dalam keterangan tertulis, Jumat, 9 Januari 2026.
Ia menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong kemandirian ekonomi, serta memastikan pembangunan yang inklusif hingga ke wilayah pelosok.
“Melalui penguatan distribusi energi, inovasi berkelanjutan, dan pelayanan sepenuh hati, kami mendukung energi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambah dia.
Realisasi penyaluran BBM subsidi dan nonsubsidi
Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan negara dengan menjaga realisasi penyaluran BBM subsidi tetap sesuai dengan kuota dan ketentuan pemerintah. Realisasi penyaluran BBM subsidi solar mencapai 98,7 persen, minyak tanah tercatat 97,6 persen, sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1 persen dari kuota nasional.
“Tingkat realisasi ini mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat,” ungkap dia.
Di luar penugasan subsidi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan layanan BBM non-subsidi berjalan optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan energi untuk SPBU swasta sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi energi nasional.
.jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Konsumsi BBM nonsubsidi, menunjukkan tren pertumbuhan positif. Jika dibandingkan realisasi konsumsi 2024, realisasi konsumsi Pertamax naik 20 persen, Pertamax Turbo naik 75 persen, Dexlite naik 11 persen dan Pertamina Dex naik 36 persen.
Bahkan pada 2025, konsumsi BBM non-subsidi khususnya BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95 naik hingga 117 persen didukung dengan perluasan jaringan outlet Pertamax Green 95 yang bertambah hingga 71 outlet, sehingga total outlet Pertamax Green 95 saat ini sebanyak 177 SPBU.
Pada sektor LPG, penyaluran LPG subsidi 3 kilogram sepanjang 2025 terealisasi sebesar 99,77 persen dari kuota nasional. Capaian ini diperkuat oleh implementasi program One Village One Outlet, di mana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kilogram telah terlayani oleh pangkalan resmi.
Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan, Bright Gas 5,5 kg naik 13 persen dan Bright Gas 12 kg naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dukung penguatan ekonomi kerakyatan
Pertamina Patra Niaga mendukung program Koperasi Desa Merah Putih melalui dukungan outlet LPG dan SPBUN yag dikelola oleh Koperasi Nelayan. Hingga 31 Desember 2025, sebanyak 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi, sementara 1.575 outlet lainnya telah siap operasional.
Untuk menjaga keandalan pasokan, Pertamina Patra Niaga mengaktifkan Satgas RAFI dan Satgas Nataru untuk memastikan distribusi BBM, LPG, dan Avtur tetap aman selama momen strategis seperti Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru, termasuk melalui pemberian skema harga khusus Avtur, serta layanan Serambi MyPertamina dan layanan siaga.
Dari sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan fasilitas strategis sepanjang 2025, antara lain Terminal LPG Bima di Nusa Tenggara Barat, revitalisasi Terminal LPG Arun di Aceh, serta Fuel Terminal Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.
Dalam upaya pemulihan pasokan BBM dan LPG di pascabencana di Sumatera, Pertamina Patra Niaga mengerahkan seluruh jalur distribusi secara terpadu melalui jalur darat, laut, dan udara. Penyaluran dilakukan dengan memaksimalkan mobil tangki melalui jalur darat, melalui kapal laut dari terminal terdekat, serta distribusi udara ke wilayah yang sulit dijangkau.
Berbagai metode dilakukan secara all out dengan koordinasi intensif lintas instansi pusat dan daerah, guna memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat, layanan publik, dan aktivitas pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.
Sejalan dengan agenda transisi energi, Pertamina Patra Niaga mendorong pengembangan energi ramah lingkungan melalui Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pada 2025, Pertamina SAF telah tersertifikasi internasional berkelanjutan ISCC CORSIA untuk fasilitas Aviation Fuel Terminal (AFT) di tiga bandara utama, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, dan Halim Perdanakusuma.
Hal ini pun terus dikembangkan dalam ekosistem Pertamina SAF, melalui program Movement Ramah Lingkungan yang mengajak partisipasi masyarakat dalam pengumpulan minyak jelantah melalui program Pengumpulan Minyak Jelantah di 36 titik tersebar di SPBU dan lembaga penyalur Pertamina. Per 31 Desember 2025, volume terkumpul mencapai 154.408 liter dari 5.225 masyarakat yang berpartisipasi.
“Memasuki 2026, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi infrastruktur, peningkatan kualitas layanan ritel, serta pengembangan portofolio energi berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan energi nasional dan Asta Cita Presiden RI,” jelas Mars Ega.