PM Polandia Peringatkan NATO Terancam Terpecah Usai Penarikan Pasukan AS

NATO terancam perpecahan dalam tubuh keanggotaannya. Foto: Anadolu

PM Polandia Peringatkan NATO Terancam Terpecah Usai Penarikan Pasukan AS

Fajar Nugraha • 4 May 2026 18:08

Warsawa: Perdana Menteri Polandia Donald Tusk memperingatkan bahwa aliansi Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) menghadapi ancaman perpecahan setelah Amerika Serikat memutuskan menarik sedikitnya 5.000 pasukan dari Jerman.

Departemen Pertahanan AS mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 tentara dari total 38.000 personel yang ditempatkan di Jerman. Proses ini dijadwalkan berlangsung dalam enam hingga 12 bulan ke depan, dengan kemungkinan pengurangan lanjutan.

Menanggapi keputusan tersebut, Tusk menyatakan kekhawatirannya melalui media sosial. “Ancaman terbesar bagi komunitas transatlantik bukanlah musuh eksternal, tetapi disintegrasi aliansi yang sedang berlangsung,” ujar Tusk, dikutip dari media Brussels Signal, Senin, 4 Mei 2026.

Pernyataan itu muncul di tengah keraguan Tusk terhadap komitmen Amerika Serikat, termasuk efektivitas Pasal 5 NATO yang menjamin pertahanan kolektif jika salah satu anggota diserang. Ia menilai Uni Eropa perlu memperkuat kerja sama pertahanan internal sebagai langkah antisipasi.

Namun, pernyataan Tusk menuai kritik dari dalam negeri. Politisi oposisi dari Partai Hukum dan Keadilan menilai sikap tersebut justru melemahkan hubungan dengan Amerika Serikat sebagai sekutu utama Polandia.

Meski demikian, pemerintah AS tetap memandang Polandia sebagai mitra strategis penting. Negara tersebut dikenal sebagai salah satu anggota NATO dengan belanja pertahanan tertinggi di Eropa serta aktif memperkuat militernya melalui kerja sama dengan sejumlah negara.

Di sisi lain, muncul wacana bahwa sebagian pasukan AS yang ditarik dari Jerman dapat dipindahkan ke Polandia. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya memperkuat pertahanan NATO di kawasan timur, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)