Timnas Senegal. Foto: AFP/Sebastien Bozon.
Senegal Tetap Pamerkan Piala Afrika Meski Gelar Juara Dicabut
Fachri Audhia Hafiez • 29 March 2026 07:04
Jakarta: Tim Nasional Senegal melakukan aksi teatrikal yang provokatif dengan tetap memamerkan trofi Africa Cup of Nations (AFCON) 2025 di hadapan publik, meskipun Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah resmi mencabut status juara mereka. Aksi simbolis ini dilakukan sesaat sebelum laga uji coba melawan Peru di Stade de France, Paris, Sabtu malam, 28 Maret 2026.
"Kami adalah juara Afrika yang sah. Apa yang terjadi di lapangan adalah pembuktian kualitas kami, dan kami akan memperjuangkan hak itu hingga titik terakhir," tegas pelatih Senegal, Pape Bouna Thiaw, dilansir Antara, Minggu, 29 Maret 2026.
Dalam pantauan di lokasi, para pemain bersama tim pelatih masuk ke lapangan sambil mengusung trofi di hadapan puluhan ribu penonton sekitar satu jam sebelum kick-off.
Tak hanya membawa trofi, skuat The Teranga Lions juga mengenakan jersey dengan dua bintang, yang melambangkan gelar juara AFCON 2021 dan 2025 sebagai bentuk perlawanan terhadap otoritas sepak bola Afrika.
Di tengah ketegangan administratif tersebut, Senegal tampil dominan dengan membungkam Peru dua gol tanpa balas. Nicolas Jackson membuka keunggulan pada menit ke-41, disusul gol Ismaila Sarr pada menit ke-54. Kemenangan ini seolah menjadi pesan tegas dari Sadio Mane dan kawan-kawan setelah gelar mereka dialihkan kepada Maroko oleh badan banding CAF.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.
Perselisihan ini bermula dari aksi walk-out selama 14 menit yang dilakukan Senegal pada partai final Januari lalu. Meski sempat mengalahkan Maroko, CAF membatalkan kemenangan tersebut dan menetapkan Maroko sebagai juara.
Tidak terima dengan putusan itu, Federasi Sepak Bola Senegal kini tengah mengajukan gugatan resmi ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Hingga saat ini, publik sepak bola dunia masih menanti keputusan final dari CAS untuk menentukan siapa penguasa Benua Hitam yang sesungguhnya. Kemenangan atas Peru di Paris menjadi modal kepercayaan diri bagi anak asuh Pape Bouna Thiaw di tengah ketidakpastian hukum yang sedang berlangsung.