Muliani Achmad istri Kapten Miswar Maturusi kapal tug boat Musaffah 2 di Selat Hormuz. Metro TV
Duka Keluarga Kapten Miswar, Awak Kapal Musaffah 2 yang Meledak di Selat Hormuz
Nurhalim Ali • 9 March 2026 14:34
Luwu: Peristiwa ledakan kapal tug boat Musaffah 2 di Selat Hormuz, Timur Tengah, pada Jumat, 6 Maret dini hari lalu, menyebabkan Kapten Miswar Maturusi hilang kontak hingga saat ini, Senin, 9 Maret 2026. Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang berada di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Muliani Achmad, istri korban, hingga kini masih berharap sang kapten bisa segera ditemukan dan berkumpul dengan keluarga dalam kondisi sehat walafiat. Di mata sang istri, Kapten Miswar dikenal dengan kepribadian yang baik, peramah, dan bertanggung jawab terhadap keluarga.
"Sehari sebelum berlayar, kami sempat video call untuk berpamitan dan menyampaikan pesan agar tetap baik-baik saja di kampung," kata Muliani di Luwu, Senin, 9 Maret 2026.
Namun keesokan harinya, pihak keluarga menerima informasi dari KBRI dan pihak perusahaan bahwa kapal yang dinahkodai Miswar meledak di Selat Hormuz dan menyebabkan dirinya hilang kontak.
Hingga saat ini, sejumlah kerabat terus berdatangan ke kediaman Kapten Miswar Maturusi untuk memberikan dukungan moril kepada anak dan istrinya.
Keluarga Miswar berharap agar pihak terkait segera melakukan pencarian terhadap korban dan terus memberikan informasi perkembangan kepada keluarga yang ada di Luwu, Sulsel.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan proses pencarian tiga warga negara Indonesia (WNI) yang hilang dalam insiden ledakan kapal tugboat Musaffah II di Selat Hormuz masih terus dilakukan oleh otoritas setempat.
Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan laporan mengenai insiden tersebut diterima pada 6 Maret 2026 melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi dan Muscat.
“Musaffah II merupakan kapal tugboat berbendera Uni Emirat Arab yang diawaki tujuh anak buah kapal (ABK), termasuk empat WNI. Selain itu terdapat enam teknisi di kapal, termasuk satu WNI,” ujar Yvonne dalam pesan video kepada awak media, Minggu, 8 Maret 2026.
Insiden terjadi pada 6 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 waktu setempat di Selat Hormuz, di antara perairan Uni Emirat Arab dan Oman. Saat kejadian, kapal Musaffah II tengah melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safin Prestis yang mengalami kerusakan.
Berdasarkan keterangan saksi mata, kapal Musaffah II mengalami ledakan yang memicu kebakaran hebat. Pada saat insiden terjadi, empat WNI ABK berada di atas kapal Musafa II, sementara satu WNI teknisi berada di kapal kontainer Safin Prestis.
Kemlu menyebut satu WNI ABK selamat namun mengalami luka bakar dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Khasab, Oman. Sementara itu, satu WNI teknisi yang berada di kapal kontainer dilaporkan selamat dan telah berada di Abu Dhabi.
“Tiga WNI ABK lainnya masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat,” kata Yvonne