Polda Banten mengecek pos pengamanan dan fasilitas Pelabuhan Merak dalam arus mudik Lebaran 2026. (Metrotvnews.com/Hendrik S)
Kendaraan Sumbu Tiga Dilarang Masuk Pelabuhan Merak Selama Mudik Lebaran
Hendrik Simorangkir • 11 March 2026 21:30
Tangerang: Polda Banten mengecek pos pengamanan dan fasilitas Pelabuhan Merak menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pihaknya akan melakukan penyekatan terhadap kendaraan sumbu tiga.
"Nantinya, penyekatan akan dialihkan di Cilegon Timur. Mulai pukul 15.00 WIB, kendaraan golongan 5B dan 6B akan diarahkan oleh petugas menuju Pelabuhan Ciwandan, sedangkan kendaraan sumbu tiga atau golongan 7, 8, dan 9 akan diarahkan menuju Pelabuhan BBJ. Sedangkan di Merak untuk pejalan kaki, mobil pribadi maupun bus," ujar Kapolda Banten Irjen Hengki, Rabu, 11 Maret 2026.
Pihaknya juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti pos terpadu hingga pengamanan. "Kami juga menyiapkan 6 pos terpadu, 39 pos pengamanan, 10 pos pelayanan, 2 pos SAR, serta pos kesehatan dan lokasi tempat ibadah," kata Hengki.
Hengki menjelaskan, Pelabuhan Pelindo Ciwandan telah disediakan 12 lajur untuk kendaraan roda dua, masing-masing berkapasitas 400 kendaraan. Nantinya, fasilitas itu juga akan dilengkapi dengan tenda untuk loket tiket elektronik, area UMKM, dan toilet portabel.
"Total kapasitas mencapai sekitar 4.800 hingga 5.000 kendaraan roda dua. Untuk kendaraan golongan 5B dan 6B, kapasitasnya sekitar 400 hingga 500 kendaraan. Sehingga ketika kapal sandar dan pintu dibuka, kendaraan sudah siap masuk karena tiketnya telah diambil sebelumnya," jelas Hengki.

Polda Banten mengecek pos pengamanan dan fasilitas Pelabuhan Merak dalam arus mudik Lebaran 2026. (Metrotvnews.com/Hendrik S)
Hengki mengimbau pemudik untuk mematikan mesin kendaraan saat menunggu kapal. Hal ini dilakukan demi kenyamanan dan kesehatan bersama.
"Kami mengimbau para pemudik roda dua agar tetap berada di tenda sambil menunggu giliran naik ke kapal. Selain itu, mesin kendaraan sebaiknya dimatikan sementara waktu guna menghindari paparan gas CO2 yang dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan," ungkap Hengki.