BPBD OKI tetapkan status tanggap darurat bencana banjir setelah delapan kecamatan di wilayah tersebut terdampak banjir hingga 31 Januari 2026. ANTARA/HO-BPBD OKI
Ogan Komering Ilir Tanggap Darurat Banjir Hingga 31 Januari
Silvana Febiari • 23 January 2026 00:52
Ogan Komering Ilir: Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menetapkan status tanggap darurat bencana banjir hingga 31 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah delapan kecamatan terdampak banjir.
"Keputusan tersebut ditetapkan melalui surat keputusan yang ditandatangani pada 14 Januari 2026," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI Nova Triyussanto, dikutip dari Antara, Kamis, 22 Januari 2026.
Meski ditandatangani pada 14 Januari, dalam surat keputusan tersebut disebutkan bahwa status tanggap darurat bencana banjir berlaku sejak 10 Januari 2026 atau selama 22 hari.
Baca Juga :
7.176 KK Terdampak Banjir di Ogan Komering Ilir
Masa berlaku status tanggap darurat dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan penanganan darurat bencana di lapangan. Berdasarkan data BPBD OKI, banjir hingga kini masih terjadi di Kecamatan SP Padang, Sungai Menang, Pedamaran, Pampangan, dan Kayu Agung.
Di Kecamatan SP Padang, banjir melanda lima desa dengan 383 rumah terendam yang dihuni 540 kepala keluarga (KK). Sementara di Kecamatan Sungai Menang, banjir berdampak pada 64 KK serta lahan sawah seluas 8,5 hektare di Desa Sungai Tepuk.
Banjir di Kecamatan Pedamaran terjadi di dua desa dan merendam 338 rumah. Di Kecamatan Pampangan, banjir berdampak pada dua desa dengan sembilan KK terdampak.

BPBD OKI tetapkan status tanggap darurat bencana banjir setelah delapan kecamatan di wilayah tersebut terdampak banjir hingga 31 Januari 2026. ANTARA/HO-BPBD OKI
Adapun di Kecamatan Kayu Agung, banjir melanda delapan kelurahan dan dua desa. Total 1.078 KK atau rumah terdampak.
BPBD OKI bersama instansi terkait terus melakukan upaya penanganan darurat serta menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir.
“Kami terus memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan sambil memantau perkembangan kondisi banjir di lapangan,” ujar Nova.