Lebanon Memanas, Kemhan Pastikan TNI di Bawah Perlindungan PBB

Prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Foto: Dok. Kemlu.

Lebanon Memanas, Kemhan Pastikan TNI di Bawah Perlindungan PBB

Devi Harahap • 9 April 2026 17:44

Jakarta: Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama TNI terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi keamanan di Lebanon yang kembali bergejolak. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di tengah eskalasi konflik yang meningkat.

“Seluruh personel TNI berada di bawah koordinasi dan perlindungan sistem komando PBB, serta menjalankan tugas sesuai mandat dan rules of engagement yang berlaku,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Ricardo Sirait, kepada Media Indonesia, Kamis, 9 April 2026.
 


Rico menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi dinamika di wilayah tersebut. Upaya ini mencakup peningkatan kewaspadaan, penyesuaian prosedur pengamanan, serta komunikasi intensif dengan markas UNIFIL dan negara-negara kontributor pasukan lainnya.

“Langkah-langkah mitigasi terus dilakukan, antara lain peningkatan kewaspadaan, penyesuaian prosedur pengamanan, serta koordinasi erat dengan markas UNIFIL dan negara-negara kontributor pasukan lainnya,” jelas Rico.

Mengenai kemungkinan kondisi darurat, Rico menyebut bahwa skenario evakuasi atau relokasi pasukan telah menjadi bagian dari prosedur standar PBB. Meski situasi lapangan berkembang dinamis, mekanisme kontinjensi selalu disiagakan untuk merespons setiap potensi ancaman.

“Terkait skenario kontinjensi, termasuk kemungkinan relokasi terbatas maupun langkah darurat lainnya, hal tersebut telah menjadi bagian dari mekanisme standar PBB yang senantiasa disiapkan dan akan dijalankan sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan,” tambahnya.


Ilustrasi. Foto: Anadolu.

Kemhan menegaskan bahwa komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia tidak akan surut. Namun, keselamatan prajurit tetap menjadi faktor penentu utama dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

“Indonesia tetap berkomitmen pada misi perdamaian dunia, dengan menempatkan keselamatan prajurit sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar Rico.

Situasi di Lebanon diketahui semakin kritis setelah serangan udara besar-besaran yang diluncurkan Israel pada Rabu, 8 April 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai ribuan lainnya, menghantam sejumlah titik di Beirut hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata sempat mencuat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)