Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
Cuan 5 Hari Berturut-turut! IHSG Menuju Level 6.300
Eko Nordiansyah • 21 July 2026 12:35
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perlahan bangkit dengan kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Dikutip dari RTI, IHSG menguat 64,793 atau 1,07 persen ke level 6.299,342 dalam lima hari terakhir.
Pada pembukaan perdagangan saham hari ini, Selasa, 21 Juli 2026, IHSG berada di posisi 6.273,571. Hingga pukul 09.27 WIB, IHSG langsung naik sebesar 35,479 poin setara 0,57 persen ke level 6.267,259.
Kemarin, IHSG juga dibuka menguat 21,95 poin atau 0,36 persen ke posisi 6.197,48. Sampai dengan penutupan perdagangan, IHSG ditutup naik 56,25 poin atau 0,91 persen ke level 6.231,78.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.000-6.300 selama pekan RDG Bank Indonesia.
"Dengan mempertimbangkan sentimen domestik dan global, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.000-6.300 sepanjang pekan RDG BI, dengan level 6.500 menjadi area penopang penting," ujar Hendra dilansir Antara, Senin, 20 Juli 2026.
Kapitalisasi pasar BEI tembus Rp10.749 triliun
BEI menutup perdagangan saham periode 13-17 Juli 2026 di zona hijau. Penguatan terjadi pada sejumlah indikator utama, mulai dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kapitalisasi pasar, hingga aktivitas transaksi harian.Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan kapitalisasi pasar BEI seminggu ini meningkat 3,95 persen menjadi Rp10.749 triliun, dibandingkan Rp10.340 triliun pada pekan sebelumnya.
"Pergerakan IHSG selama sepekan ditutup dengan kenaikan sebesar 4,24 persen sehingga ditutup pada level 6.175,535 dari posisi 5.924,360 pada pekan lalu," kata Kautsar dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 Juli 2026.
Baca Juga :
Cek Saham-saham Rekomendasi untuk Hari Ini
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
BEI juga mencatat rata-rata nilai transaksi harian yang mengalami kenaikan paling tinggi selama pekan ini, yakni 36,25 persen menjadi Rp13,99 triliun, dibandingkan Rp10,27 triliun pada pekan sebelumnya.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian meningkat 27,75 persen menjadi 26,17 miliar lembar saham, dari 20,49 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Menanti kebijakan Bank Indonesia
RDG Bank Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 21-22 Juli 2026. Salah satu agenda utamanya adalah penetapan BI Rate yang saat ini berada di level 5,75 persen, setelah dinaikkan tiga kali dengan total 100 basis poin (bps) sepanjang 2026.Menurut Hendra, pergerakan pasar selama pekan ini masih dibayangi sikap wait and see. Investor tidak hanya menunggu keputusan suku bunga, tetapi juga mencermati arah kebijakan Bank Indonesia terkait stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, dan prospek arus modal asing.
"Dalam kondisi seperti ini, pasar umumnya lebih sensitif terhadap sinyal atau forward guidance yang disampaikan BI dibandingkan besaran suku bunga itu sendiri," ujar dia.
Ia menilai, selama Bank Indonesia tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi, respons pasar cenderung positif karena ekspektasi tersebut telah diperhitungkan investor.
Namun, apabila bank sentral memberikan sinyal pengetatan moneter yang lebih agresif, tekanan jangka pendek terhadap IHSG masih berpotensi terjadi, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga.
"Meski demikian, langkah tersebut juga dapat dipandang positif karena memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia," kata Hendra.