Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Ada El Nino, Ketahanan Pangan RI Dipastikan tak Terganggu
Eko Nordiansyah • 21 July 2026 14:48
Jakarta: Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan fenomena El Nino tidak akan mengganggu ketahanan pangan Indonesia karena pemerintah telah memperkuat cadangan pangan dan mengantisipasi dampaknya sejak dini.
"Sekarang alhamdulillah, ini atas arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) Tidak usah khawatir. El Nino yang dulu lebih dahsyat daripada sekarang. Kemarin katanya bulan empat, tapi (malah ada) banjir. Bulan lima, bulan enam, banjir. Bulan tujuh juga masih ada banjir. Nah, bulan delapan katanya lagi," kata Amran dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 21 Juli 2026.
Kesiapsiagaan pemerintah untuk menghadapi fenomena El Nino dipastikan kuat, terutama dari aspek ketersediaan pangan pokok strategis. Prediksi terjadinya El Nino telah ada sejak beberapa bulan lalu, sehingga mitigasi berupa penguatan stok cadangan pangan pemerintah (CPP) menjadi instrumen yang wajib disiapkan.
Amran menegaskan kesiapsiagaan tersebut dan mengimbau masyarakat cukup bersikap tenang. Capaian swasembada pangan yang diraih pada era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto merupakan sebuah prestasi bagi kemaslahatan masyarakat.
"Ini (prediksinya) ada El Nino Godzilla, bulan empat, ternyata (malah) banjir. Alhamdulillah tidak jadi, tetapi bisa membuat petani takut tanam," kata Amran.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Cadangan beras pemerintah capai 5,24 juta ton
Dalam laporan Bapanas, stok CPP dalam bentuk beras yang ada di Perum Bulog berada di angka 5,24 juta ton per 20 Juli.Sementara untuk cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) tingkat provinsi tercatat total 7,35 ribu ton per akhir Juni 2026. Untuk CPPD tingkat kabupaten/kota total ada 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.
Di samping itu, stok CPP dalam bentuk jagung pakan per 20 Juli masih terdapat sebanyak 176 ribu ton. Stok jagung pakan ini terus disalurkan kepada peternak unggas melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan harga yang lebih ekonomis.
Selanjutnya, stok CPP dalam bentuk minyak goreng 1.000 kiloliter yang dikelola Perum Bulog dan ID Food. CPP gula konsumsi masih ada sekitar 2,79 ribu ton yang juga ada di Bulog dan ID Food. CPP dalam bentuk daging ayam ada 38 ton di ID Food.
Khusus untuk komoditas yang sifatnya perishable atau mudah membusuk atau mudah rusak, seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, pemerintah optimis mampu ditopang dari produksi pangan dalam negeri secara reguler. Hal ini karena adanya surplus produksi terhadap kebutuhan konsumsi yang cukup tinggi selama setahun ini.
Harga beras mulai turun
Dia mengatakan berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perkembangan Harga (IPH) masih cukup baik. Adapun sampai minggu ketiga Juli 2026, hanya empat provinsi yang mengalami kenaikan IPH dan 34 provinsi mengalami penurunan IPH.IPH secara kabupaten/kota pun demikian. Sampai minggu ketiga Juli, BPS melaporkan 69 kabupaten/kota dengan kenaikan IPH, sementara sebanyak 283 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH.
Amran mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target empat tahun yang ditetapkan Presiden Prabowo. Keberhasilan tersebut mencakup swasembada jagung dan beras.
"Kita bisa wujudkan mimpi kita, gagasan besar Bapak Presiden. Sekarang sudah swasembada beras. Swasembada pangan juga sudah," beber Amran.
Lebih lanjut dia mengatakan Food and Agriculture Organization (FAO) dalam laporan terbarunya mengangkat proyeksi produksi beras Indonesia yang akan semakin meningkat di tahun 2026.
"Ini FAO, dunia mengakui kita. Tadi aku lihat Malaysia itu ribut sekarang, kesulitan beras. Dia impor kalau tidak salah, 40 apa 60 persen. Tapi Indonesia, kita nomor dua tertinggi dunia sekarang. Baru diumumkan, FAO mengumumkan 2026 Indonesia bisa mencapai produksi (beras) 38 juta ton," kata Amran.