Indonesia Gaungkan Prinsip 'Ecological Before Tourism' di Forum PBB

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menghadiri Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut RI.

Indonesia Gaungkan Prinsip 'Ecological Before Tourism' di Forum PBB

Fachri Audhia Hafiez • 14 May 2026 04:34

Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia dalam melindungi keanekaragaman hayati. Hal ini disampaikan pada Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York. 

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Raja Juli menyoroti pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik. Satgas ini memperkuat pengelolaan kawasan melalui skema berkelanjutan dan optimalisasi nilai ekonomi karbon.

“Pesan utama yang kami bawa adalah 'Ecological Before Tourism'. Fungsi ekologis dan kelestarian biodiversitas harus didahulukan sebelum kita berbicara mengenai pengembangan pariwisata. Ekowisata harus menjadi alat untuk memperkuat konservasi, bukan sebaliknya,” tegas Raja Juli dilansir Antara pada Rabu, 13 Mei 2026.
 


Raja Juli menjelaskan bahwa arah pengembangan taman nasional ke depan harus berpijak pada prinsip keberlanjutan yang kokoh. Melalui Satgas yang baru dibentuk, Indonesia berupaya memastikan pengelolaan kawasan konservasi berstandar kelas dunia untuk meningkatkan penyerapan karbon sekaligus melindungi spesies ikonik yang terancam punah.

Indonesia juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan komunitas internasional, lembaga donor, hingga sektor swasta global untuk mendukung skema pembiayaan baru tersebut. Kemitraan global diharapkan dapat memperkuat pendanaan serta transfer teknologi dalam menjaga keseimbangan ekosistem.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menghadiri Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. Foto: Kemenhut RI.

“Kami mengundang kemitraan global untuk memperkuat pendanaan dan transfer teknologi dalam pengelolaan taman nasional. Dengan kolaborasi internasional, kita dapat memastikan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia terjaga demi keseimbangan ekosistem global,” kata Raja Juli.

Dalam forum internasional tersebut, Raja Juli didampingi oleh delegasi Republik Indonesia yang terdiri dari Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari serta Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)