Qodari Sebut Pertemuan Presiden Prabowo dan Megawati Cermin Nyata Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo Subianto (kiri) menggandeng tangan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dan berbincang usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta. Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Qodari Sebut Pertemuan Presiden Prabowo dan Megawati Cermin Nyata Persatuan Bangsa

Whisnu Mardiansyah • 2 June 2026 18:21

Jakarta: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menilai bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 merupakan cerminan konkret dari semangat persatuan yang menjadi inti dari nilai-nilai Pancasila.

Menurut Qodari, momen kebersamaan yang turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional tersebut sejalan dengan tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, yakni "Pancasila Pemersatu Bangsa dan Pondasi Perdamaian Dunia." Momen itu sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan pilihan politik tidak menjadi penghalang bagi komitmen bersama untuk melestarikan Pancasila serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Pertemuan ini merupakan perwujudan nyata dari tema Harlah Pancasila 2026: Pancasila pemersatu bangsa dan fondasi perdamaian dunia," ujar Muhammad Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Qodari menjelaskan hubungan antara Presiden Prabowo dan Megawati memiliki rentang sejarah yang panjang dalam perjalanan politik nasional. Meskipun dalam dinamika politik pernah berada pada posisi yang saling berhadapan, keduanya tetap memiliki kesamaan komitmen dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
 


"Selain itu, Presiden Prabowo dan Ibu Mega memiliki sejarah hubungan yang panjang. Ada kalanya bersama dan ada kalanya bersaing, namun tetap satu dalam menjaga Pancasila serta persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Qodari.

Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang mengenai kemungkinan adanya agenda politik tertentu di balik kedekatan kedua tokoh tersebut, Qodari menegaskan bahwa sejauh informasi yang diterimanya, tidak terdapat agenda politik khusus yang melatarbelakangi pertemuan itu.

"Sepengetahuan saya, tidak ada agenda politik khusus. Masing-masing pihak sedang menjalankan tugas dan peranannya masing-masing," tegas Qodari.


Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari. Foto: Istimewa.

Qodari mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo saat ini fokus menjalankan amanat pemerintahan melalui berbagai program pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sementara itu, Megawati bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) tetap menjalankan peran politiknya dari luar pemerintahan.

"Presiden Prabowo sebagai pemerintah berkonsentrasi pada pelaksanaan program pembangunan, melindungi, serta memajukan kesejahteraan umum. Sebaliknya, Ibu Mega dan PDIP memilih berada di luar lingkaran pemerintahan," pungkas Qodari.

Menurut Qodari, semangat yang ditunjukkan oleh para tokoh bangsa dalam momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pesan penting bahwa perbedaan pandangan politik tidak menghalangi komitmen bersama untuk menjaga persatuan nasional, memperkuat demokrasi, serta mengawal kemajuan Indonesia.

(Whisnu M)