Kemlu RI dan Unair menggelar D-8 Youth Dialogue di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 3 Juni 2026. (Kemlu RI)
Indonesia Dorong Peran Pemuda D-8 Jadi Penyeimbang Rivalitas Global
Willy Haryono • 3 June 2026 20:16
Surabaya: Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair) menyelenggarakan Preliminary Discussion D-8 Youth Dialogue bertema “Navigating Uncertainty, Building Resilience” di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu capaian keketuaan Indonesia di D-8 periode 2026-2027. Memperhatikan dinamika geopolitik saat ini, diskusi berfokus pada dua dari lima isu prioritas keketuaan D-8 Indonesia, yaitu “Energy Resilience in the Midst of Global Uncertainty” dan “Food Security in a Time of Crisis”.
"Walau terdapat penundaan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8, Indonesia tetap berkomitmen memperkuat kerja sama D-8 melalui penyelenggaraan kegiatan yang membahas tantangan bersama," ucap Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Heru H. Subolo, dalam keterangan yang dimuat di situs Kemlu RI.
Dengan mengedepankan aksi kolaboratif antara pemerintah, sivitas akademika, dan para ahli, beliau meyakini kemitraan second track akan memperkaya perspektif, rekomendasi, dan solusi yang inovatif dan inklusif.
Diskusi diperkaya dengan pidato kunci mengenai signifikansi keketuaan Indonesia di D-8. Deputi II Bidang Polugri Kemenkopolkam, Muhammad K. Koba, mengatakan bahwa di tengah fragmentasi tatanan global, rivalitas kekuatan besar, dan meningkatnya proteksionisme, D-8 memiliki karakter unik sebagai aliansi lintas kawasan Global South yang meliputi Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.
Karakter tersebut menjadikan D-8 berpotensi sebagai middle-power group yang mampu menjadi penyeimbang di tengah rivalitas global.
Peran Penting Pemuda
Satu catatan penting menjadi sorotan dalam diskusi kali ini, yakni ketahanan energi dan pangan lahir dari ekosistem berkelanjutan, yang mencakup antara lain pasokan aman, ruang fiskal yang sehat, transisi adil, dan penerimaan sosial yang kuat.Pemuda, sebagai salah satu pilar masyarakat, berperan penting khususnya dalam membangun kesadaran bersama dan memelopori kegiatan kongkret yang berorientasi solusi.
Terkait pendekatan lintas-pemangku kepentingan ini, Wakil Rektor Unair Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development, Prof. Muhammad Miftahussurur, menyerukan agar kampus tidak hanya memberikan academic insight/analisis namun juga menjadi katalisator pelaksanaan rekomendasi kegiatan dan mendorong misi-misi D-8 yang ditujukan untuk memecahkan tantangan bersama.
Kegiatan dihadiri sekitar 150 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, antara lain Unair, UNESA, ITS, UBAYA, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Universitas Ciputra, Universitas Hang Tuah, UIN Sunan Ampel, dan UPN Veteran Jawa Timur. Peserta berasal dari berbagai disiplin ilmu, khususnya FISIP, FTMM, FKM, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ilmu Budaya.
Rangkaian kegiatan D-8 Youth Dialogue merefleksikan aksi kolektif yang bersifat private and youth driven. Keketuaan Indonesia menjadi momentum penguatan solidaritas dan integrasi pro pembangunan stabilitas kawasan dan kemakmuran masyarakat dunia.
Baca juga: Indonesia Siap Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dengan Azerbaijan di Forum D-8