Peringatan Tsunami Belum Dicabut, Warga Gorontalo Utara Mulai Evakuasi Mandiri

Suasana di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gorontalo Utara saat siswa dipulangkan dalam keadaan tertib menyusul adanya gempa bumi dan peringatan dini tsunami, Senin (8/6/2026). ANTARA/HO-Kayla Izzah

Peringatan Tsunami Belum Dicabut, Warga Gorontalo Utara Mulai Evakuasi Mandiri

Whisnu Mardiansyah • 8 June 2026 09:56

Gorontalo Utara: Gempa bumi susulan berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin pagi, 8 Juni 2026, pukul 07.55 WIB. Getaran gempa terasa hingga ke Kabupaten Gorontalo Utara.

Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya, menyatakan pusat gempa berada di perairan Tahuna, Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Ia menjelaskan hingga saat ini peringatan dini tsunami masih berlaku. Status terbaru berdasarkan pemutakhiran data masih berada pada level Peringatan Dini (PD) 3.

Seorang warga Gorontalo Utara bernama Hamid Rauf mengaku kepanikan sempat melanda, terutama di kawasan Dusun Pelabuhan, Desa Katialada, Kecamatan Kwandang.

"Kami sangat khawatir dengan peringatan tsunami. Saya sempat menghentikan aktivitas sejenak untuk berdoa. Apalagi saya juga merasakan pusing dan rasa cemas," kata Hamid, yang berprofesi sebagai penjual ikan keliling, seperti dilansir Antara, Senin, 8 Juni 2026.
 


Warga lain, Iskandar, mengatakan warga terus memantau kondisi air laut di Pelabuhan Kwandang. Sebagian masyarakat di daerah pesisir sudah mulai melakukan evakuasi secara sukarela tanpa menunggu perintah.

"Informasi tentang status siaga tsunami membuat warga tidak lagi menunggu arahan lanjutan dari pemerintah. Mereka sudah mulai mengungsi sendiri secara bertahap tanpa disertai kepanikan berlebihan," ujarnya.


Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,80° LU ; 125,14° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 47 kilometer. ANTARA/HO-BMKG

Ervina, seorang guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gorontalo Utara, mengatakan pihak sekolah segera memulangkan seluruh siswanya.

"Bel panjang kami bunyikan sebagai tanda bahwa anak-anak boleh segera pulang. Banyak orang tua yang menghubungi kami selaku wali kelas untuk menanyakan situasi terkini di sekolah. Alhamdulillah, suasana sekolah tetap kondusif, tetapi demi keselamatan, seluruh siswa sudah kami pulangkan," kata Ervina

(Whisnu M)