Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya (tengah). Foto: dok Kementerian Ekonomi Kreatif.
Saatnya Intellectual Property Kreatif Indonesia Naik Kelas
Ade Hapsari Lestarini • 5 June 2026 18:48
Jakarta: Industri kreatif Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk melahirkan lebih banyak intellectual property (IP) yang mampu bersaing di pasar internasional. Didukung kekayaan budaya, cerita lokal, serta talenta kreatif yang terus berkembang, Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri entertainment di kawasan Asia.
Potensi tersebut menjadi salah satu topik pembahasan dalam pertemuan antara Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya dan jajaran SHOW Token yang membahas peluang pengembangan industri kreatif berbasis teknologi, penguatan IP lokal, serta upaya memperluas jangkauan karya kreatif Indonesia ke pasar global.
Teuku Riefky Harsya mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai pemain penting dalam ekonomi kreatif global melalui pengembangan karya dan IP yang berakar pada budaya serta kreativitas lokal.
"Indonesia memiliki talenta kreatif, kekayaan budaya, dan potensi ekonomi kreatif yang sangat besar. Pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk memperkuat ekosistem kreatif nasional, membuka akses yang lebih luas bagi para kreator, serta menciptakan peluang baru agar karya-karya Indonesia dapat dikenal di tingkat global," ujar Teuku Riefky Harsya, dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut dia, kolaborasi antara pelaku industri, komunitas kreatif, dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan sektor kreatif nasional. Sejalan dengan hal tersebut, COO SHOW Token Joshua Khubani mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk melahirkan lebih banyak IP yang tidak hanya sukses di pasar domestik, tetapi juga mampu menjangkau audiens internasional.
"Indonesia memiliki kekayaan cerita, budaya, dan kreativitas yang luar biasa. Kami melihat peluang besar untuk mendukung lahirnya lebih banyak IP yang berasal dari Indonesia dan membantu memperkenalkannya kepada audiens global," kata Joshua.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Magnific.
Tantangan industri entertainment
Menurut Joshua, salah satu tantangan yang sering dihadapi industri entertainment adalah keterbatasan akses terhadap pendanaan dan dukungan pengembangan proyek pada tahap awal. Karena itu, SHOW Token mengembangkan ekosistem yang bertujuan membuka akses yang lebih luas terhadap peluang pendanaan dan kolaborasi bagi para kreator serta pelaku industri kreatif.
"Kami ingin membantu menciptakan akses yang lebih terbuka terhadap pengembangan proyek entertainment. Dengan memanfaatkan teknologi dan komunitas global, lebih banyak kreator memiliki kesempatan untuk mengembangkan ide-ide mereka menjadi karya yang dapat diproduksi dan dinikmati oleh audiens yang lebih luas," ujar dia.
Joshua menambahkan, nilai sebuah IP tidak berhenti ketika sebuah film selesai diproduksi atau ditayangkan. Menurut dia, pengembangan IP yang kuat dapat menciptakan berbagai peluang lanjutan yang memberikan nilai ekonomi jangka panjang.
"Film dapat menjadi awal dari sebuah ekosistem yang lebih besar. Ketika sebuah IP berkembang, peluangnya dapat meluas ke berbagai sektor seperti merchandise, collectibles, toys, licensing, hingga aktivitas komunitas yang terus menjaga keterlibatan audiens. Inilah yang kami lihat sebagai bagian penting dari masa depan industri entertainment," jelas dia.
Di sisi lain, SHOW Token menegaskan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tidak ditujukan untuk menggantikan para kreator. Sebaliknya, teknologi digunakan untuk membantu proses kreatif menjadi lebih efisien, sehingga para kreator dapat lebih fokus pada pengembangan ide, cerita, dan kualitas karya.
"Kami tidak melihat AI sebagai pengganti kreator. Kreativitas dan kemampuan bercerita akan selalu berasal dari manusia. Teknologi hadir untuk membantu kreator bekerja lebih efektif dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas," kata Joshua.
SHOW Token saat ini tengah mengembangkan konsep "World's First Crypto AI Funded Movie Platform", sebuah AI-powered Web3 entertainment ecosystem yang menghubungkan kreator, komunitas global, serta peluang pendanaan dalam satu platform terintegrasi. Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap creator economy, teknologi AI, dan Web3, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk melahirkan generasi baru IP kreatif yang tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing dan berkembang di panggung global.