Wabah Ebola yang menyerang Kongo. Foto: Anadolu
Wabah Ebola Meluas hingga Wilayah Kendali Pemberontak di Kongo
Muhammad Reyhansyah • 22 May 2026 16:33
Kinshasa: Kasus baru penyakit virus Ebola dikonfirmasi muncul di wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak M23 di Provinsi Kivu Selatan, Republik Demokratik Kongo.
Dalam pernyataan pada Kamis, 21 Mei 2026, M23 mengatakan infeksi tersebut menyerang seorang pria berusia 28 tahun di zona kesehatan Miti-Murhesa, wilayah Kabare, sekitar 20 kilometer di utara ibu kota Provinsi Bukavu.
Pasien diketahui melakukan perjalanan dari Kisangani di Provinsi Tshopo bagian timur sebelum meninggal dunia.
M23 menyebut pasien telah dimakamkan sesuai protokol kesehatan guna mencegah penyebaran di masyarakat. Hingga kini belum ada kasus Ebola yang dilaporkan di Provinsi Tshopo.
Melansir Anadolu, Jumat, 22 Mei 2026, kelompok M23 mengatakan lebih dari 200 sampel dari kasus suspek Ebola di wilayah yang mereka kuasai telah dikirim ke Goma, ibu kota Provinsi North Kivu, untuk dianalisis di laboratorium.
Satu kasus terkonfirmasi saat ini masih berada dalam pengawasan medis ketat di Goma, sementara orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien telah diisolasi.
Wabah Ebola pertama kali diumumkan secara resmi pada 15 Mei di Provinsi Ituri, Kongo timur. Sejak saat itu, otoritas kesehatan Kongo bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sekitar 600 kasus suspek dan 139 kematian probable.
Awalnya wabah terkonsentrasi di Ituri, namun kini telah menyebar ke North Kivu dan South Kivu. Dua kasus impor yang melibatkan warga Kongo juga telah dilaporkan di Uganda.
Pada Minggu lalu, WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo sebagai darurat kesehatan global menyusul lonjakan kasus dan kematian di wilayah timur negara tersebut.
Ebola merupakan penyakit serius dengan tingkat kematian tinggi yang menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, benda terkontaminasi, maupun jenazah korban yang terinfeksi.