Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: dok Kementerian ESDM.
Sepakati Investasi USD20 Miliar, Bahlil Kebut Proyek Masela
Husen Miftahudin • 16 March 2026 12:59
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah mempercepat penyelesaian proyek gas bumi Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku, setelah tercapainya kesepakatan investasi megaproyek tersebut senilai USD20 miliar.
Menurut Bahlil, pemerintah serius memastikan proyek Abadi Masela benar-benar berjalan setelah puluhan tahun tertunda. Dalam pertemuannya dengan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda, Bahlil secara langsung menekankan agar proyek gas raksasa di Laut Arafura itu segera masuk tahap keputusan investasi akhir dan tidak lagi berlarut-larut.
Pertemuan itu menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan proyek senilai USD20 miliar atau setara Rp339 triliun. Bagi pemerintah, lanjut Bahlil, Proyek Masela memiliki nilai penggerak ekonomi baru bagi Indonesia bagian timur, sekaligus sumber pasokan gas besar untuk industri nasional di masa depan.
Ia pun mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek, yang kini telah mencapai sekitar 25 persen. Melihat kemajuan yang signifikan ini, lanjut Bahlil, dirinya berkeinginan agar proyek Abadi Masela dapat memajukan kegiatan front end engineering and design (FEED) pada kuartal kedua atau selambatnya kuartal ketiga tahun ini, supaya secara paralel dapat melakukan tender engineering, procurement and construction (EPC).
"Kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan diulur-ulur lagi. Ini sudah 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun, baru jadi. Apalagi itu kampung Ibu saya. Jadi, saya pikir bisa tahun ini kita tender EPC," ujar Bahlil dalam pertemuan tersebut seperti dikutip dari Antara, Senin, 16 Maret 2026.
Untuk mencapai target FEED tersebut, Bahlil menawarkan kepada INPEX supaya produksi Lapangan Abadi, yang mencapai 9 juta ton per tahun (million tonnes per annum/MTPA), apabila belum ada pembeli serius hingga akhir April 2026, agar dibeli Danantara, termasuk untuk memenuhi pasokan program hilirisasi.
"Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar negeri, tapi pada saat sekarang, negara Indonesia harus hadir, untuk bersama-sama dengan INPEX dalam rangka memastikan operasi. Jadi, kami (Danantara) saja yang beli," ujar Bahlil.
| Baca juga: Menkeu Purbaya Targetkan Proyek Blok Masela Rampung 2029 |

(Ilustrasi blok migas. Foto: dok Kementerian ESDM)
Sejumlah perizinan sudah rampung
Menanggapi hal itu, Takayuki Ueda menyampaikan komitmennya untuk segera menyelesaikan proyek Abadi Masela. "Segera kami, jajaran INPEX juga memiliki komitmen untuk mempercepat realisasi Abadi, termasuk saya ini sudah 12 tahun mengerjakan Abadi," tutur dia.
"Bukan hanya Pak Menteri, tetapi kami juga memiliki komitmen yang sama untuk segera mengerjakan Abadi. Dan, setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini," tambah Ueda.
Dari sisi administratif, kemajuan proyek ini semakin solid dengan tuntasnya sejumlah perizinan krusial di awal 2026.
Persetujuan lingkungan dengan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) telah diterbitkan pada 13 Februari 2026, menyusul persetujuan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026.
Dukungan penuh dari kementerian terkait menunjukkan sinergi kuat pemerintah dalam mengawal investasi jumbo ini agar tetap pada jalurnya. Bahlil kembali mengingatkan INPEX untuk konsisten dalam memenuhi target yang telah disepakati.
Dengan birokrasi yang terus dipercepat dan komitmen investasi yang masif, lanjutnya, Indonesia kini menatap optimis terhadap pembangunan hub energi hijau di Laut Arafura itu.