Tim Satgas Pangan Polda Jawa Timur menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Wonokromo, Surabaya. Dokumentasi/ Istimewa
Satgas Pangan Polda Jatim Bongkar Kecurangan Minyak Goreng di Pasar Wonokromo
Amaluddin • 12 March 2025 15:40
Surabaya: Tim Satgas Pangan Polda Jawa Timur menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Wonokromo, Surabaya, Rabu, 12 Maret 2025. Dalam sidak tersebut, tim menemukan indikasi kecurangan pada produk minyak goreng kemasan, mulai dari pengurangan volume hingga harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Wakil Satgas Pangan Jatim sekaligus Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Irwan Kurniawan AZ, mengungkapkan beberapa produk minyak goreng tidak sesuai dengan takaran yang tertera pada kemasan.
"Saat dilakukan pengukuran dengan bejana ukur, minyak goreng merek 'Minyak Kita' yang seharusnya berisi satu liter, ternyata hanya berisi 850 ml. Artinya, volumenya kurang 150 ml," kata Irwan di Surabaya.
| Baca: Polri Ancam Penjara 5 Tahun Pelaku Pengurangan Takaran MinyaKita
|
"HET minyak goreng Rp 15.700 per liter, tetapi ada pedagang yang menjual hingga Rp 17.000," jelasnya.
Temuan ini semakin menguatkan dugaan adanya praktik curang yang dilakukan oleh pihak tertentu, untuk meraup keuntungan lebih di tengah tingginya permintaan menjelang Ramadan.
Untuk mengungkap akar permasalahan, kata dia, tim Satgas Pangan akan menelusuri alur distribusi minyak goreng, mulai dari distributor tingkat tiga (D3), tingkat dua (D2), tingkat satu (D1), hingga produsen.
Dari tiga perusahaan yang diperiksa, produk dari UD Jaya Abadi ditemukan mengalami pengurangan volume. Sementara produk dari Wilmar dan Mega Jaya justru memiliki isi lebih dari satu liter dalam kemasan botolnya.
"Ini mencederai kepercayaan masyarakat. Sudah volumenya dikurangi, harganya justru naik. Kami akan tindaklanjuti temuan ini," jelasnya.
Tim Satgas Pangan Polda Jatim berkomitmen untuk mengawal stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama selama Ramadan hingga Idul Fitri. "Kami hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan kepastian harga dan kualitas bahan pokok yang layak," katanya.