Petakan Potensi Peningkatan Ekspor, 4 Pasar Jadi Sasaran Utama

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Petakan Potensi Peningkatan Ekspor, 4 Pasar Jadi Sasaran Utama

Eko Nordiansyah • 15 October 2026 11:08

Jakarta: Pemerintah memetakan potensi peningkatan ekspor di empat pasar utama, yakni Tiongkok, Amerika Serikat (AS), Jepang, dan India. Hal itu ditempuh melalui identifikasi selisih antara nilai ekspor saat ini dan potensi ekspor yang dapat dikembangkan.

“Pemerintah memandang perkembangan ini perlu direspons melalui penguatan strategi ekspor berbasis komoditas dan pasar," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.

"Pendekatan ini dilakukan dengan mengidentifikasi komoditas berkapasitas ekspor tinggi, memetakan kesenjangan antara ekspor Indonesia dengan kebutuhan impor negara mitra, serta mengurai hambatan yang dihadapi pelaku usaha,” tambah dia.

Berdasarkan hasil pemetaan, Tiongkok memiliki potensi export gap sebesar USD31 miliar, terutama pada komoditas mineral dan logam beserta produknya, sumber daya mineral, mesin dan peralatan elektronik, kayu, kertas, karet, plastik, serta produk kimia.

Kemudian, potensi export gap di Amerika Serikat (AS) mencapai USD14 miliar, antara lain pada produk kendaraan, mineral dan logam, mesin dan peralatan elektronik, kayu, kertas, karet, plastik, serta produk kimia.

Sementara di Jepang, potensi export gap tercatat sebesar USD5,5 miliar dengan peluang utama pada produk mineral dan logam, hasil laut, produk nabati, serta bahan kimia.

Adapun di India, potensi export gap mencapai USD10 miliar, yang bersumber dari komoditas mineral dan logam, bahan kimia, mesin dan elektronik, serta produk nabati.

“Pemetaan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan ekspor tidak hanya perlu dilakukan melalui pencarian pasar baru, tetapi juga dengan memperdalam pasar yang selama ini telah menjadi tujuan ekspor Indonesia,” tutur Airlangga.


(Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

Dorong penguatan ekspor komoditas

Untuk menangkap potensi tersebut, pemerintah akan mendorong penguatan ekspor berbasis komoditas dengan mempertemukan kapasitas produksi dalam negeri dan kebutuhan spesifik negara tujuan.

Pendekatan itu mencakup sektor pertambangan, pertanian dan perkebunan, perikanan, serta manufaktur. Pemerintah juga memetakan potensi ekspor produk elektronik, teknologi, dan telekomunikasi.

Selain itu, lanjut Airlangga, pemerintah memperkuat koordinasi lintas K/L bersama pelaku usaha untuk mengatasi berbagai hambatan ekspor, mulai dari regulasi, standarisasi persyaratan pasar hingga kendala teknis di lapangan.

Menko berharap upaya itu dapat mendorong peningkatan nilai ekspor sekaligus memperkuat ekspor produk bernilai tambah dan diversifikasi komoditas Indonesia.

"Dengan pendekatan tersebut, optimalisasi pasar utama diharapkan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan nilai ekspor secara agregat, tetapi juga melalui penguatan ekspor produk bernilai tambah dan diversifikasi komoditas, sehingga peluang pasar yang masih terbuka dapat dikonversi menjadi ekspor Indonesia yang lebih konkret,” tutup Airlangga.

(Eko Nordiansyah)