BMKG Prakirakan Hujan Petir dan Angin Kencang di Sumatra Utara Besok

Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Defri Mandoza saat memaparkan prakiraan cuaca Sumatera Utara untuk Minggu. ANTARA/Juraidi

BMKG Prakirakan Hujan Petir dan Angin Kencang di Sumatra Utara Besok

Whisnu Mardiansyah • 10 October 2026 19:17

Medan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatra Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Minggu, 11 Oktober 2026. Masyarakat juga diminta mewaspadai hujan sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Prakirawan BBMKG Wilayah I, Defri Mandoza, mengatakan hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Utara pada Minggu pagi. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan mengguyur wilayah Nias Utara, Gunungsitoli, dan sekitarnya.

Pada siang hingga sore hari, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan meluas di wilayah Sumatera Utara. Hujan sedang berpeluang terjadi di Kepulauan Nias, Pematangsiantar, Padanglawas Utara, Serdang Bedagai, Simalungun, dan sekitarnya.

Potensi hujan ringan hingga sedang masih berlanjut pada malam hari. Sejumlah wilayah yang berpeluang mengalami hujan sedang meliputi Deli Serdang, Binjai, Serdang Bedagai, Simalungun, Langkat, Medan, Pematangsiantar, dan daerah sekitarnya. Sementara itu, pada dini hari, hujan ringan diprakirakan terjadi terutama di wilayah pantai timur Sumatra Utara.
 


BMKG mencatat suhu udara di Sumatra Utara berkisar 14-31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan 65–100 persen. Angin bertiup dari selatan menuju barat dengan kecepatan 5-20 kilometer per jam.

"Waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang yang disertai petir dan angin kencang di wilayah pantai timur, pantai barat, dan pegunungan yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor," kata Defri di Medan, seperti dilansir Antara, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Selain potensi hujan, BMKG memperingatkan kemungkinan gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter di sejumlah perairan Sumatra Utara selama 10–12 Oktober 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Marpaung, menyebut potensi gelombang tinggi tersebut meliputi perairan barat Sumatera Utara, perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Batu, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan timur Kepulauan Nias, serta perairan barat Kepulauan Nias.

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu agar berhati-hati ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Imbauan serupa berlaku bagi kapal tongkang saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,50 meter.

(Whisnu M)