Kabut asap di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin, 12 Okrober 2026. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra
Kabut Asap Makin Pekat, BMKG Minta Pengguna Transportasi di Kendari Waspada
Silvana Febiari • 13 October 2026 12:15
Kendari: BMKG mengimbau para pengguna moda transportasi darat, laut, dan udara di Sulawesi Tenggara agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan jarak pandang akibat kabut asap. Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai dampak kabut asap terhadap kesehatan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari Heri Purnomo mengatakan kepekatan asap di Kota Kendari dan sejumlah wilayah Sultra meningkat pada sore hingga malam hari, yang berpotensi mengurangi jarak pandang hingga kurang dari 5 kilometer.
"Menjelang sore dan malam hari diprakirakan sebaran asap akan makin pekat dan jarak pandang akan makin pendek," kata Heri, dilansir dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 sebaran kabut asap telah teramati di sebagian besar wilayah Sultra sejak dini hari hingga pagi. Terdapat 20 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan sedang di wilayah Sultra dalam pemantauan periode pukul 00.00 hingga 12.00 WITA.
Selain bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lokal, sebaran asap tersebut turut terbawa dari luar wilayah Sultra, seperti Maluku dan Papua Selatan. Hal ini disebabkan pergerakan angin regional yang bertiup dari tenggara ke selatan.
"Sebaran asap dari luar Sulawesi Tenggara akan semakin pekat dan jarak pandang akan makin pendek jika di sekitar wilayahnya ada kebakaran lahan," ujarnya.

Personel Satgas Penanggulangan Karhutla Kotim melakukan pemadaman kebakaran di tengah kepungan asap, Rabu, 30 September 2026. ANTARA/HO-BPBD Kotim
Dia menjelaskan sebaran asap kategori sedang diprakirakan melanda 17 kabupaten/kota di Sultra pada 13–14 Oktober 2026, yang mencakup Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Kota Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, serta Wakatobi.
"Saat ini, tingkat kualitas udara berdasarkan parameter konsentrasi partikel halus PM2.5 di wilayah Sultra berada pada kategori sedang (15,5 – 55,4 mikrogram per meter kubik)," jelasnya.
Untuk mengantisipasi dampak buruk kabut asap, BMKG mengimbau masyarakat agar mengenakan masker saat berada di luar rumah, mencukupi kebutuhan air putih, dan membatasi aktivitas di luar ruangan. Khususnya, ditujukan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.
"Pengguna jalan raya dan operator transportasi juga diminta berhati-hati dalam mengantisipasi terbatasnya jarak pandang," tambahnya.