Eskalasi Konflik Teluk Meluas, Indonesia-Mesir Serukan Dialog dan Diplomasi

Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026. (BPMI Setpres)

Eskalasi Konflik Teluk Meluas, Indonesia-Mesir Serukan Dialog dan Diplomasi

Willy Haryono • 11 October 2026 19:08

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi dan meluasnya konflik yang terus berlangsung di kawasan Teluk.

Kedua pemimpin menilai perkembangan tersebut memiliki implikasi serius terhadap keamanan dan stabilitas kawasan, keselamatan warga sipil, kebebasan navigasi, keamanan energi, serta perekonomian global.

Hal tersebut disampaikan dalam pernyataan gabungan Presiden Prabowo dan El-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026. Keduanya menyerukan deeskalasi segera serta pengendalian diri semaksimal mungkin oleh seluruh pihak.

“Kedua Presiden menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi dan meluasnya permusuhan yang terus berlangsung serta implikasi seriusnya terhadap keamanan dan stabilitas kawasan, keselamatan warga sipil, kebebasan navigasi, keamanan energi, dan perekonomian global," ujar pernyataan bersama.

Kedua pemimpin juga menegaskan kembali pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah seluruh negara, menegakkan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan diplomasi.

Kunjungan Resmi El-Sisi ke Indonesia

Kunjungan resmi Presiden El-Sisi ke Indonesia merupakan tindak lanjut dari undangan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Presiden Prabowo telah melakukan kunjungan ke Mesir pada Desember 2024, April 2025, dan Oktober 2025.

Selama kunjungan, El-Sisi menerima penyambutan kenegaraan di Istana Merdeka. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan bilateral bersama Prabowo dan jamuan santap siang kenegaraan.

Selain membahas situasi di kawasan Teluk, kedua Presiden juga menyoroti tantangan perubahan iklim dan kelangkaan air serta dampaknya terhadap ketahanan air dan pangan, pembangunan berkelanjutan, dan stabilitas kawasan.

Dalam konteks tersebut, Indonesia mencatat pentingnya keamanan air Sungai Nil bagi Mesir. Kedua pihak menekankan pentingnya kepatuhan penuh terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang mengatur sungai lintas batas, termasuk prinsip untuk tidak menimbulkan kerugian.

Baca juga: Indonesia-Mesir Sepakat Dorong Bantuan dan Rekonstruksi Gaza

(Willy Haryono)