Polisi Spanyol bubarkan massa yang terlibat bentrok usai kecelakaan kereta di Spanyol. Foto: Viory
Demonstrasi Pecah di Madrid Usai Tabrakan Kereta yang Tewaskan 68 Orang
Muhammad Reyhansyah • 29 October 2026 17:29
Madrid: Bentrokan antara polisi antihuru-hara dan demonstran pecah di luar Kementerian Transportasi Spanyol di Madrid pada Rabu malam, 28 Oktober 2026.
Para demonstran menuntut pertanggungjawaban atas kecelakaan kereta di Provinsi Toledo yang menewaskan sedikitnya 68 orang.
Mengutip Viory, Kamis, 29 Oktober 2026, rekaman video menunjukkan polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran.
Sejumlah petugas lainnya terlihat bersiaga dengan peluncur gas air mata, sementara para demonstran berjalan di sepanjang jalan di tengah kepulan asap.
Bentrokan tersebut terjadi setelah kecelakaan kereta di dekat Urda, Provinsi Toledo. Kereta cepat Renfe menabrak bagian belakang kereta Iryo yang sedang berhenti hingga sejumlah gerbong keluar dari rel.

Penyelidik tengah memeriksa kemungkinan kegagalan sistem keselamatan serta keputusan pusat kendali perkeretaapian yang mengizinkan kereta Renfe melanjutkan perjalanan meski kereta Iryo masih berhenti.
Penyelidikan tersebut dilakukan untuk mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan tabrakan mematikan itu.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan seluruh negeri tengah berduka atas tragedi tersebut. Ia juga menyampaikan dukungan kepada para korban dan keluarga mereka.
“Seluruh Spanyol sedang berduka,” kata Sanchez.
Kecelakaan pada Rabu itu menyusul insiden kereta mematikan lainnya di dekat Adamuz pada Januari. Kecelakaan tersebut menewaskan 46 orang.