Surah Ibrahim Ayat 7, Lengkap dengan Tafsir dan Maknanya

Ilustrasi freepik

Surah Ibrahim Ayat 7, Lengkap dengan Tafsir dan Maknanya

Putri Purnama Sari • 20 October 2026 05:15

Jakarta: Surah Ibrahim ayat 7 mengajarkan umat Islam tentang pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Dalam ayat ini, Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur sekaligus mengingatkan tentang azab bagi orang-orang yang mengingkari nikmat-Nya.

Rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui hati dan perbuatan. Dengan menyadari serta menghargai setiap nikmat, umat Islam diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik, terhindar dari sifat serakah, dan menggunakan karunia Allah untuk melakukan kebaikan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap nikmat, baik berupa kesehatan, rezeki, keluarga, maupun kesempatan dalam hidup, patut disyukuri. Berikut bacaan Surah Ibrahim ayat 7, lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, tafsir, dan cara mensyukuri nikmat Allah SWT.

Surah Ibrahim Ayat 7: Arab, Latin, dan Artinya


Wa iz ta'azzana rabbukum la'in syakartum la'azidannakum wa la'in kafartum inna 'azabi lasyadid.

Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.’”
 

Tafsir Tahlili Surah Ibrahim Ayat 7

Dilansir dari NU Online, tafsir Surah Ibrahim ayat 7 menjelaskan bahwa Allah SWT mengingatkan hamba-Nya agar senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah dilimpahkan. Apabila manusia bersyukur, Allah menjanjikan tambahan nikmat. Sebaliknya, orang-orang yang mengingkari nikmat-Nya dan tidak mau bersyukur diingatkan akan azab Allah yang sangat pedih.

Rasa syukur dapat diwujudkan melalui ucapan yang tulus dan perbuatan nyata. Umat Islam tidak cukup hanya mengucapkan syukur, tetapi juga perlu menggunakan nikmat yang dimiliki untuk hal-hal yang diridai Allah SWT.

Misalnya, seseorang dapat mensyukuri rezeki dengan berbagi kepada sesama, membantu orang yang membutuhkan, serta memanfaatkan hartanya untuk kegiatan yang bermanfaat. Begitu pula dengan nikmat kesehatan dan waktu yang dapat digunakan untuk beribadah serta melakukan kebaikan.

Dengan demikian, Surah Ibrahim ayat 7 mengajarkan bahwa syukur merupakan sikap yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nikmat yang diterima hendaknya tidak membuat seseorang menjadi sombong atau kikir, melainkan mendorongnya untuk semakin dekat kepada Allah SWT dan peduli terhadap sesama.

Cara Mensyukuri Nikmat Allah SWT

Mensyukuri nikmat Allah dapat dilakukan melalui ucapan, keyakinan dalam hati, dan tindakan nyata. Kebiasaan bersyukur juga membantu seseorang menghargai apa yang dimiliki tanpa terus-menerus membandingkan kehidupannya dengan orang lain.

Berikut beberapa cara mensyukuri nikmat Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mengingat dan Merenungi Setiap Nikmat

Langkah pertama untuk bersyukur adalah menyadari berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Kesehatan, rezeki, keluarga, dan kesempatan untuk menjalani kehidupan merupakan karunia yang patut dihargai.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 18:



Artinya: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.” (QS. An-Nahl: 18)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa nikmat Allah sangat banyak dan tidak terhitung. Dengan merenungkan karunia yang diterima, seseorang dapat meningkatkan kesadaran akan kebesaran Allah sekaligus belajar menghargai hal-hal sederhana dalam hidup.

2. Mengucapkan Alhamdulillah dalam Setiap Keadaan

Mengucapkan Alhamdulillah merupakan salah satu bentuk syukur yang dapat dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Ucapan ini menjadi bentuk pengakuan bahwa segala kebaikan dan nikmat berasal dari Allah SWT.

Rasulullah SAW juga mengajarkan umat Islam untuk tidak meremehkan nikmat sekecil apa pun. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ahmad, disebutkan:

“Barangsiapa yang tidak bersyukur atas yang sedikit, maka ia tidak akan mampu bersyukur atas yang banyak.”

Pesan tersebut mengajarkan bahwa kebiasaan bersyukur perlu dimulai dari hal-hal kecil. Dengan begitu, seseorang dapat belajar menghargai nikmat yang diterima, baik dalam keadaan lapang maupun ketika menghadapi kesulitan.
  3. Menjaga Nikmat yang Telah Diberikan

Setiap nikmat merupakan karunia yang perlu dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Menjaga kesehatan, menggunakan waktu secara produktif, serta mengelola harta secara bijak merupakan contoh penerapan rasa syukur.

Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara, termasuk waktu muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, waktu luang sebelum sibuk, dan hidup sebelum mati. Pesan ini diriwayatkan oleh Al-Hakim.

Dengan menjaga dan memanfaatkan nikmat secara bertanggung jawab, umat Islam dapat menunjukkan rasa syukur melalui tindakan nyata.

4. Memperbanyak Sedekah dan Berbagi kepada Sesama

Sedekah merupakan salah satu cara menggunakan nikmat Allah untuk membantu orang lain. Harta yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk menolong orang yang membutuhkan, mendukung kegiatan sosial, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261:



Artinya: “Perumpamaan (infak yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat tersebut menjelaskan besarnya ganjaran bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Berbagi kepada sesama juga menjadi bentuk kepedulian yang dapat mempererat hubungan sosial dan membantu meringankan beban orang lain.

5. Memperbaiki Ibadah dan Mendekatkan Diri kepada Allah

Ibadah merupakan salah satu bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Umat Islam dapat mewujudkannya dengan memperbaiki kualitas salat, berpuasa, berzikir, membaca Al-Qur'an, serta menjalankan ibadah lainnya sesuai tuntunan agama.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 152:



Artinya: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 152)

Ayat tersebut mengingatkan umat Islam untuk senantiasa mengingat Allah dan bersyukur atas nikmat-Nya. Dengan meningkatkan kualitas ibadah, seorang muslim diharapkan dapat memperkuat keimanan dan menjaga hubungan dengan Allah SWT.

(Yaumil Tianri Rahmi)

(Putri Purnama Sari)