Konferensi pers The 5th World Conference on Creative Economy (WCCI). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
WCCE 2026 Bidik Resolusi Ekonomi Kreatif
Fachri Audhia Hafiez • 15 October 2026 19:13
Jakarta: Perhelatan internasional The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) yang akan digelar di Jakarta, pada 21-25 Oktober 2026, tidak hanya menjadi ajang pertemuan para pelaku industri kreatif. Namun, dimanfaatkan untuk merumuskan langkah besar bagi masa depan ekonomi kreatif dunia.
“Tujuan dari konferensi internasional ini adalah yang pertama menghasilkan visi bersama dalam penguatan ekonomi kreatif dunia yang akan dituangkan dalam sebuah dokumen yang diberi nama Jakarta Vision on Creative Economy,” kata Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Oktober 2026.
Dalam perumusannya, dokumen panduan strategis tersebut dirancang dengan memerhatikan berbagai aspek krusial yang relevan dengan perkembangan zaman dan tantangan global.
“Dokumen ini akan mencakup empat pilar utama. Yang pertama terkait dengan teknologi AI dan transformasi digital. Yang kedua keberlanjutan ekonomi sirkular dan desain regeneratif,” terang Riefky.
Selain pemanfaatan teknologi, perhatian besar juga diberikan kepada aspek pelindungan hak serta kesejahteraan para pelaku ekonomi kreatif. Sehingga, inklusivitas menjadi prioritas yang dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat.
“Yang ketiga kekayaan intelektual dan hak pekerja kreatif. Dan yang keempat inklusivitas, ekosistem kreatif dan pemberdayaan komunitas,” ucap Riefky.
Kehadiran dokumen visi bersama ini diproyeksikan tidak berhenti sebagai kesepakatan regional semata, melainkan akan dibawa ke kancah diplomasi internasional yang lebih luas melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Jakarta Vision on Creative Economy diharapkan menjadi landasan untuk mengusulkan resolusi tentang ekonomi kreatif di PBB, di UN sekaligus mendorong agar ekonomi kreatif menjadi bagian dari agenda pembangunan dunia,” ungkap Deputi I Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi.

Konferensi pers The 5th World Conference on Creative Economy (WCCI). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Ali menyebut rekam jejak diplomasi melalui PBB telah dirintis melalui berbagai resolusi sebelumnya yang menegaskan pentingnya sektor ini. Terbaru, Indonesia menginisiasi resolusi global sebagai upaya mendukung ekonomi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan.
“Jadi sebelumnya kita sudah juga mengeluarkan UN Resolution 74/198 ini di 2019, kemudian UN Resolution 78/133 di 2023,” ujar Ali.
Melalui fondasi resolusi-resolusi terdahulu, momentum WCCI di Jakarta diharapkan mampu melahirkan resolusi lanjutan yang memperkuat agenda pembangunan global di masa depan.
”UN Resolution ini menyatakan bagaimana peran ekonomi kreatif di dalam sustainable development. Dan untuk UN General Assembly yang akan datang, kita berharap Jakarta Vision sebagai landasan UN resolution ini akan menjadi agenda pembangunan global setelah pasca SDGs 2030,” terang Ali.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)