Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Tinggi Abu Capai 500 Meter di Atas Puncak

Ilustrasi: Gunung anak Krakatau saat dipantau dari Desa Banding Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. ANTARA/Riadi Gunawan

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Tinggi Abu Capai 500 Meter di Atas Puncak

Achmad Zulfikar Fazli • 18 October 2026 12:30

Jakarta: Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kembali erupsi pada Minggu, 18 Oktober 2026. Tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 500 meter di atas puncak atau 657 meter di atas permukaan laut.

“Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah utara,” tulis akun Instagram BPBD Lampung, Minggu, 18 Oktober 2026.

BPBD Lampung menyampaikan Gunung Anak Krakatau masih terus bererupsi. “Status (erupsi) masih berlangsung,” tulis BPBD Lampung.

Gunung Anak Krakatau tercatat 31 kali erupsi selama 5-9 Oktober 2026. Puncak aktivitas terjadi pada 9 Oktober sebanyak 26 kali letusan.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno mengatakan aktivitas erupsi berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Mulai tanggal 5 Oktober terjadi empat kali erupsi, kemudian tanggal 8 Oktober satu kali, puncaknya pada 9 Oktober terjadi 26 kali erupsi,” kata Suwarno, dilansir dari Antara, Senin, 12 Oktober 2026.

Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kembali erupsi pada Minggu, 18 Oktober 2026. Dok. Akun Instagram BPBD Lampung

 

Sejak 10-12 Oktober, tidak tercatat ada erupsi lanjutan pada gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut. Meski aktivitas erupsi tidak berlanjut dalam beberapa hari terakhir, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. 

Masyarakat dan pengunjung diminta mematuhi rekomendasi keselamatan. Salah satunya tidak mendekati gunung api serta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif.

(Achmad Zulfikar Fazli)