Arsip Foto - Belasan bus TransJatim koridor 8 Malang-Batu terparkir di kawasan Balai Kota Malang, Kota Malang, Jawa Timur ketika peresmian operasional, Kamis, 20 November 2025. ANTARA/Ananto Pradana
Trans Jatim Koridor II Malang-Kepanjen Mulai Beroperasi 29 Oktober
Daviq Umar Al Faruq • 1 October 2026 14:23
Malang: Layanan transportasi publik di Jawa Timur segera bertambah dengan beroperasinya Bus Trans Jatim Koridor II yang melayani rute Malang-Kepanjen. Armada yang diberi nama "Kanjuruhan" itu dijadwalkan resmi beroperasi pada 29 Oktober 2026 dan diluncurkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Persiapan pengoperasian koridor baru tersebut dibahas dalam pertemuan antara Bupati Malang M Sanusi dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono beserta jajaran. Pertemuan berlangsung di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu, 30 September 2026.
Sanusi menyambut rencana pengoperasian Trans Jatim Koridor II. Menurutnya, layanan transportasi massal tersebut dapat mendukung mobilitas masyarakat, termasuk pelajar.
''Syukur Alhamdulillah, merupakan anugerah bagi Kabupaten Malang, yang Insyaallah akan dilaunching Ibu Gubernur Jawa Timur. Harapan saya, ya bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi para pelajar," kata Sanusi.
Sebanyak 15 bus disiapkan untuk melayani Koridor II. Armada tersebut terdiri atas 14 bus operasional dan satu bus cadangan.
Rute sepanjang 49 kilometer itu menghubungkan sejumlah terminal di wilayah Malang Raya. Perjalanan dimulai dari Terminal Arjosari dan Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian menuju Terminal Gondanglegi hingga Terminal Talangagung Kepanjen di Kabupaten Malang.
"Tinggal 29 hari lagi, sembari evaluasi untuk rute yang dilewati Bus Koridor II ini, juga ikut mengaktifkan angkutan-angkutan dengan berbagi segmen penumpang. Jika angkutan untuk pendukung, seperti para pedagang ke pasar induk. Sedangkan bus ini untuk segmen masyarakat yang membutuhkan alat transportasi umum yang tepat waktu," jelas Bupati Malang.
Waktu tempuh perjalanan diperkirakan mencapai sekitar 1 jam 50 menit. Jarak kedatangan antarbus atau interval layanan berkisar 15 hingga 20 menit.
Bus Trans Jatim Koridor II akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB. Tarif perjalanan ditetapkan Rp5.000 untuk penumpang umum, sedangkan pelajar, santri, dan mahasiswa dikenakan tarif Rp2.500.
Koridor II juga dirancang terhubung dengan Trans Jatim Koridor I. Penumpang yang melakukan perpindahan antarkoridor dalam waktu kurang dari dua jam tidak dikenakan biaya perjalanan tambahan.
"Akan ada dispensasi bagi penumpang, dari Koridor I dan Koridor II, dalam jangka waktu tertentu kurang dari 2 jam, itu tidak perlu membeli tiket lagi. Jadi dari Kepanjen ke Batu bisa langsung akses bus, tanpa harus beli tiket atau bayar lagi," tambah Sanusi.

Bus TransJatim koridor Malang Raya melintas di Jalan Letjen Wiyono, Kota Malang, Jawa Timur. ANTARA/Ananto Pradana
Pengoperasian rute baru turut diikuti langkah penanganan bagi pengemudi angkutan umum yang selama ini melayani jalur terkait. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan skema pelibatan pengemudi lokal sebagai tenaga pengemudi dan petugas kebersihan Trans Jatim.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan insentif berupa pembebasan atau keringanan pajak kendaraan bermotor bagi pengemudi angkutan yang terdampak.
''Kita sudah lakukan sosialisasi dan kerjasama serta dari sub Jatim telah mengakomodir driver dari angkutan lokal yang terdampak untuk tenaga driver dan kebersihan bus. Di Kabupaten Malang lebih mengedepankan, kepentingan umum dan kemanfaatan kepentingan masyarakat, dari kepentingan yang lain," tegas Sanusi.
Pemkab Malang juga menyiapkan pengembangan transportasi umum yang mendukung sektor pariwisata setelah Koridor II mulai beroperasi. Salah satu rencana yang disiapkan yakni menghubungkan Kepanjen dan Gondanglegi dengan kawasan wisata pantai di Malang Selatan.
"Nanti juga akan kita siapkan kendaraan umum penunjang pariwisata, tepat setelah bus Trans Jatim Koridor II ini berjalan, dari Kota Kepanjen ke Terminal Gondanglegi langsung ke pantai di Malang Selatan. Rencana untuk pengembangan wisata di Malang Selatan," tutup Sanusi.