Banjir Argentina Tewaskan Dua Orang, Lebih dari 2.000 Warga Mengungsi

Banjir yang melanda wilayah Argentina. Foto: Anadolu

Banjir Argentina Tewaskan Dua Orang, Lebih dari 2.000 Warga Mengungsi

Muhammad Reyhansyah • 25 October 2026 11:46

Buenos Aires: Banjir di wilayah timur laut Argentina menewaskan dua orang dan memaksa lebih dari 2.000 warga meninggalkan rumah mereka. 

Menurut laporan surat kabar Argentina, Página 12, Sabtu, 24 Oktober 2026, ketinggian air sungai yang terus meningkat juga mengancam permukiman di berbagai wilayah.

Hujan deras menyebabkan Sungai Paraná, Uruguay, dan Iguazú mengalami kenaikan permukaan air. Dampaknya dirasakan masyarakat di sejumlah kawasan dekat perbatasan Argentina dengan Brasil, Paraguay, dan Uruguay.

Wakil Sekretaris Perlindungan Sipil Provinsi Chaco, Gustavo Santos, mengatakan pada Jumat bahwa sekitar 1.200 hingga 1.300 orang meninggalkan rumah mereka, terutama di Puerto Vilelas dan Barranqueras.

“Kondisi ini akan berlanjut selama beberapa bulan. Ketinggian sungai akan terus naik dan turun,” ujar Santos, dikutip dari Anadolu, Jumat, 25 Oktober 202f6.

Sementara itu, lebih dari 1.000 orang telah meninggalkan rumah mereka di Provinsi Corrientes, menurut laporan Pertahanan Sipil yang dirilis pada Rabu.

Air banjir menggenangi sejumlah kawasan permukiman di Paso de la Patria, sebuah kota di Provinsi Corrientes yang berada di tepi Sungai Paraná. Banjir terjadi setelah tanggul pelindung jebol akibat tekanan air yang meningkat.

Dua pekerja pedesaan tewas tenggelam di Corrientes ketika memindahkan ternak antarpulau untuk melindungi hewan-hewan tersebut dari banjir.

Otoritas memperingatkan bahwa hujan yang diperkirakan turun di wilayah hulu Sungai Paraná dan Uruguay dapat kembali meningkatkan ketinggian air pada pekan berikutnya.

Di Provinsi Misiones, badai pada Kamis dan Jumat merusak lebih dari 100 rumah. Luapan aliran sungai juga memaksa penutupan sejumlah jalan dan jembatan, menurut laporan media lokal.

Banjir juga berdampak pada kawasan wisata Air Terjun Iguazú yang terletak di perbatasan Argentina dan Brasil.

Pada pertengahan Oktober, debit Sungai 
Iguazú mencapai 10 kali rata-rata musiman. Sejumlah jalur wisata telah kembali dibuka, tetapi akses menuju Devil's Throat, bagian paling terkenal dari air terjun tersebut, masih ditutup.

Banjir terjadi di tengah fenomena El Niño, yang ditandai oleh suhu permukaan air laut yang lebih hangat dari biasanya di Samudra Pasifik khatulistiwa.

(Fajar Nugraha)