Ilustrasi hujan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. (Metro TV/ Tantawi Jauhari)
BMKG Sebut Palangkaraya Berpotensi Diguyur Hujan hingga Sepekan ke Depan
tantawi jauhari • 27 October 2026 10:14
Palangkaraya: Hujan deras kembali mengguyur Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa dini hari, 27 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi hujan masih terjadi di wilayah tersebut hingga sepekan ke depan.
“Untuk Palangkaraya sendiri, hari ini dan besok masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” kata Prakirawan BMKG Palangkaraya, Neng Arini Nur Permata Sari di Palangkaraya.
Ia menjelaskan, potensi hujan diperkirakan menurun pada hari ketiga dan seterusnya. Meski demikian, hujan ringan masih berpeluang terjadi di Palangkaraya selama sepekan ke depan.
“Untuk hari ketiga dan seterusnya memang ada penurunan potensi hujan. Namun, dalam seminggu ke depan masih ada potensi hujan ringan di Palangkaraya. Begitu juga di wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Menurut Arini, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi secara merata di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah. “Jika dilihat dari prakiraan, potensi hujan ringan hingga sedang ada di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah,” jelasnya.
Hujan berlangsung sejak pukul 03.00 hingga 05.30 WIB. Sejumlah ruas jalan yang diguyur hujan di antaranya Jalan RTA Milono, Jalan Harum Manis, Jalan Seth Adji, dan Jalan Yos Sudarso.
Turunnya hujan disambut gembira oleh warga Palangkaraya. Hujan diharapkan membantu mengurangi kabut asap yang dalam beberapa waktu terakhir menyelimuti wilayah tersebut.

Gedung operasional BMKG Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. (Metro TV/ Tantawi Jauhari)
Sementara itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) masih dilaksanakan di Kota Palangkaraya. Namun, Arini menegaskan, belum dapat dipastikan hujan yang turun merupakan hasil intervensi dari operasi tersebut.
“OMC sebenarnya masih tetap dilaksanakan di Kota Palangka Raya. Namun, belum tentu semua hujan yang terjadi merupakan hasil intervensi OMC. Pengaruhnya juga belum dapat dipastikan,” ungkapnya.