Perketat Keamanan, Prancis Tutup Tiga Museum di Paris Jelang Demonstrasi Baru

Mahasiswa yang kembali melakukan demonstrasi di Prancis. Foto: Viory

Perketat Keamanan, Prancis Tutup Tiga Museum di Paris Jelang Demonstrasi Baru

Muhammad Reyhansyah • 23 October 2026 10:07

Paris: Museum Louvre, Orsay, dan Picasso di Paris akan ditutup menjelang demonstrasi baru yang direncanakan berlangsung di Prancis pada Sabtu, 24 Oktober 2026. 

Prancis mengumumkan keputusan tersebut pada Kamis ketika otoritas memperketat pengamanan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan.

Kementerian Kebudayaan Prancis juga meminta seluruh institusi di bawah pengawasannya mengambil langkah untuk menjamin “keselamatan pengunjung”, “perlindungan staf”, dan “pelestarian karya seni”.

Menteri delegasi untuk Kementerian Dalam Negeri Prancis, Jean-Didier Berger, mengatakan kepada stasiun televisi BFMTV bahwa otoritas mempertahankan “tingkat kewaspadaan maksimum”.

“Jumlah personel keamanan yang dikerahkan akan meningkat 20 persen dibandingkan demonstrasi pada 17 Oktober,” kata Berger, dikutip dari Anadolu, Jumat, 23 Oktober 2026.

Ia mengatakan cuti personel telah dibatalkan dan petugas dipanggil kembali untuk bertugas. Pasukan militer Sentinelle serta unit khusus kepolisian, termasuk GIGN dan RAID, juga akan dikerahkan.

Presiden Emmanuel Macron mengatakan demonstrasi yang tidak diselenggarakan oleh serikat pekerja akan dilarang dalam beberapa hari mendatang, terutama pada akhir pekan, “sejauh memungkinkan”.

Pejabat prefektur akan memeriksa permohonan demonstrasi yang diajukan oleh serikat pekerja.

Otoritas juga melarang demonstrasi di seluruh wilayah Lyon dan di pusat kota Toulon pada Sabtu. Para pemilik toko diminta mengamankan tempat usaha mereka dan menyingkirkan benda-benda yang berpotensi digunakan untuk menimbulkan kerusakan.

Akhir pekan sebelumnya, demonstran gerakan Rompi Kuning (Yellow Vest) dan mahasiswa menggelar aksi di berbagai wilayah Prancis untuk memprotes biaya hidup dan harga bahan bakar.

Kekerasan serta kerusakan terhadap tempat usaha dan bangunan publik dalam aksi tersebut mendorong pemberlakuan jam malam di sejumlah wilayah.

Sementara itu, serikat pekerja juga menyerukan pemogokan dan aksi demonstrasi nasional pada 5 November.

(Fajar Nugraha)