Bappenas Patok Ekonomi Digital Sumbang 13% PDB pada 2029

Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Rolly Rachmad Purnomo. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.

Bappenas Patok Ekonomi Digital Sumbang 13% PDB pada 2029

Husen Miftahudin • 21 October 2026 20:07

Jakarta: Kontribusi ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia ditargetkan mencapai 12 persen sampai 13 persen pada 2029. Pencapaian target tersebut memerlukan penguatan infrastruktur digital, pemerintah digital, serta ekonomi dan masyarakat digital.
 
Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Rolly Rachmad Purnomo menjelaskan transformasi digital tidak sekadar mengalihkan proses manual menjadi digital. Digitalisasi di berbagai sektor diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
 
"Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga pilar utama, yaitu infrastruktur digital, pemerintah digital, ekonomi dan masyarakat digital. Dengan target kontribusi digital terhadap PDB pada tahun 2029 adalah sekitar 12–13 persen. Pencapaiannya tentu memerlukan kepatuhan regulasi, investasi teknologi, pengembangan talenta digital, data, serta riset dan inovasi agar pemanfaatan teknologi semakin inklusif dan berkelanjutan," kata Rolly dalam acara Peruri Digital Summit 2026 di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
 
Lebih lanjut Rolly menjelaskan penetrasi internet Indonesia mencapai 81,72 persen atau sekitar 235,2 juta pengguna. Namun, perluasan akses tersebut belum sepenuhnya diikuti pemerataan dan kualitas layanan. Penggunaan fixed broadband rumah tangga juga masih terbatas.
 
"Tantangan kita bukan hanya menghubungkan lebih banyak masyarakat, tetapi juga memastikan mereka memperoleh akses yang berkualitas, terjangkau, merata, aman, dan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mendukung inklusivitas dan pembangunan berkelanjutan," ucap dia.
 
Dari sisi pendanaan, strategi 2027 ditekankan pada keterpaduan sumber pemerintah, BUMN dan BUMD, swasta, serta kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Pendanaan pemerintah akan berfokus pada wilayah nonkomersial, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
 


Digitalisasi Didorong untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Investasi

(Ilustrasi. Foto: dok MI)

 

Genjot infrastruktur digital dalam adopsi AI

 
Pada sisi teknologi, adopsi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) berpotensi meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi di sektor keuangan, pendidikan, serta kesehatan. Namun, penerapannya membutuhkan infrastruktur digital, data berkualitas, literasi digital, dan keamanan agar manfaatnya dapat dioptimalkan secara bertanggung jawab.
 
Selain itu, pengembangan industri semikonduktor diarahkan untuk memperkuat kemandirian teknologi dan memperdalam struktur industri elektronika nasional. Pengembangannya mencakup penyiapan rantai pasok, hilirisasi silika menjadi wafer silikon, serta penguatan sumber daya manusia, riset, dan inovasi.
 
Penguatan infrastruktur, pendanaan, talenta, dan industri teknologi menjadi bagian dari upaya transformasi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. (Tiaranissa Juliansyah)

(Husen Miftahudin)