Ekonomi RI Peringkat 7 Dunia versi IMF, Prabowo: Kita Kuat

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Rakornas TPAKD 2026 di Jakarta. Foto: BPMI Setpres.

Ekonomi RI Peringkat 7 Dunia versi IMF, Prabowo: Kita Kuat

Gabriella Thesa Widiari • 22 October 2026 17:37

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengungkap peringkat ekonomi Indonesia berdasarkan paritas daya beli (Purchasing Power Parity/PPP), menempati posisi ketujuh terbesar di dunia versi Dana Moneter Internasional (IMF). Pencapaian ekonomi global tersebut harus menjadi modal memperkuat kepercayaan diri nasional.

"Berarti kemampuan daya beli nyata dari ekonomi banyak negara, Indonesia hari ini ditempatkan dalam urutan ketujuh di dunia. Kita adalah ekonomi terbesar yang ketujuh di dunia. Kita kuat," kata Prabowo dilansir dari Antara, Kamis, 22 Oktober 2026. 

Meski begitu, pemerintah menghadapi tantangan besar untuk memastikan potensi kekayaan negara dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata. Presiden memastikan akan mengoreksi arah kebijakan ekonomi agar pengelolaan kekayaan nasional kembali selaras dengan amanat UUD 1945.

"Kita kuat dan kita kaya. Tapi sekarang masalahnya adalah bagaimana kita kelola itu supaya bisa dirasakan langsung oleh rakyat kita yang paling memerlukan. Ini tantangan kita," ujar Prabowo.


Ilustrasi rupiah. Foto: Metrotvnews.com/Husen Miftahudin.

Lebih lanjut, Kepala Negara mengungkapkan manfaat pertumbuhan ekonomi selama ini masih terkonsentrasi pada lapisan kelompok teratas. Penataan ulang strategi ekonomi nasional pun terus dilakukan meskipun memerlukan proses yang bertahap di lapangan.

"Selama ini, kita harus berani koreksi diri. Selama ini filosofi ekonomi kita tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," kata Prabowo.

(Gabriella Thesa Widiari)