Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC. (Anadolu Agency)
AS Pantau Dugaan Wabah Pes di Rusia usai Kematian Staf Laboratorium Siberia
Willy Haryono • 5 October 2026 18:09
Washington: Amerika Serikat (AS) memantau situasi di Rusia setelah seorang pekerja di institut penelitian wabah pes di wilayah Irkutsk, Siberia, meninggal akibat dugaan infeksi pes pneumonik.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington memantau perkembangan tersebut bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) serta sejumlah mitra antarlembaga lainnya.
“Kami mendorong otoritas Rusia untuk segera dan secara terbuka membagikan informasi yang akurat,” kata pejabat Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan kepada Al Jazeera, Senin, 5 Oktober 2026.
Pemantauan AS dilakukan setelah seorang perempuan yang bekerja di Irkutsk Anti-Plague Research Institute of Siberia and the Far East dilaporkan meninggal dengan dugaan infeksi pes pneumonik. Sejumlah orang lainnya juga ditempatkan dalam karantina.
Gubernur Buryatia Alexei Tsydenov mengatakan dalam unggahan di Telegram pada Sabtu bahwa seorang perempuan di wilayah tetangga, Irkutsk, telah “meninggal, mungkin karena pes."
Namun, Tsydenov berupaya menenangkan masyarakat dengan mengatakan otoritas Rusia telah memastikan perempuan tersebut tidak melakukan perjalanan ke Buryatia.
Rusia Perluas Pemeriksaan
Kantor berita resmi Rusia TASS melaporkan pada Minggu bahwa badan pengawas konsumen Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan seorang pekerja Institut Penelitian Anti-Pes Irkutsk untuk Siberia dan Timur Jauh tersebut didiagnosis mengalami “pneumonia dengan etiologi yang tidak diketahui”.Rospotrebnadzor juga mengatakan telah memperluas pemeriksaan terhadap sampel pasien dan tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas profesionalnya.
Otoritas di Irkutsk, Siberia, telah menempatkan hampir 200 orang dalam pemantauan medis. Media lokal menyebut perempuan yang meninggal tersebut sebagai Darya Shipilova, teknisi laboratorium berusia 28 tahun.
Mengenal Pes Pneumonik
Pes pneumonik disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, yang umumnya ditemukan pada mamalia kecil dan kutu yang hidup pada hewan tersebut.Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit pes sangat menular dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani sejak dini.
Hingga kini, Rospotrebnadzor menyatakan tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas profesional pekerja tersebut dalam sampel pasien. Dugaan penyebab kematiannya juga masih menjadi perhatian otoritas Rusia.
Sementara itu, AS terus memantau perkembangan situasi bersama CDC dan mitra antarlembaga lainnya.
Baca juga: Staf Laboratorium di Rusia Meninggal akibat Pneumonia Misterius, Picu Risiko Wabah