Petugas dari Damkar BPBD Kabupaten Tangerang saat berupaya memadamkan api kebakaran yang melanda pabrik produsen kipas angin di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (6/11/2026). ANTARA/Azmi Samsul M
Pabrik Kipas Angin di Kabupaten Tangerang Terbakar, 50 Personel Damkar Dikerahkan
Silvana Febiari • 6 November 2026 15:03
Kabupaten Tangerang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, mengerahkan sedikitnya 50 personel untuk menangani kebakaran pabrik kipas angin milik PT Desen Nusantara Anugerah. Petugas juga menerjunkan delapan unit mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan api.
Komandan Pos Damkar Pasar Kemis BPBD Kabupaten Tangerang Amirudin mengungkapkan proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam. Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari minimnya akses sumber air terdekat, kencangnya embusan angin di sekitar lokasi, hingga banyaknya material plastik yang mendominasi.
"Tiupan angin yang cukup kencang serta jarak yang cukup jauh dari sumber air, menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kami dalam proses penanganan di lapangan. Namun, seluruh personel tetap berupaya maksimal untuk mengendalikan situasi," papar Amirudin, dilansir Antara, Jumat, 6 November 2026.
Kronologi kejadian bermula dari laporan kedaruratan yang diterima petugas pada pukul 11.15 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan (security) perusahaan. Titik awal kebakaran berada di lantai dua bagian tengah gedung yang difungsikan sebagai area penyimpanan baling-baling kipas angin.
"Tim kami langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanggulangan secepat mungkin guna melokalisasi api agar tidak merambat lebih luas," ujarnya.

Petugas dari Damkar BPBD Kabupaten Tangerang saat berupaya memadamkan api kebakaran yang melanda pabrik produsen kipas angin di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (6/11/2026). ANTARA/Azmi Samsul M
Pada saat kejadian kebakaran, seluruh karyawan sedang beraktivitas di dalam pabrik hingga sempat terjadi kepanikan. Namun, seluruhnya berhasil dievakuasi keluar area dengan selamat sebelum api membesar.
"Berdasarkan laporan awal tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Tetapi, saat terjadi insiden ada karyawan yang sedang beraktivitas di dalam pabrik," tambahnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Adapun total kerugian material yang dialami perusahaan masih belum dapat dipastikan.
"Fokus utama tim saat ini adalah menuntaskan proses pemadaman secara menyeluruh guna memastikan keamanan lokasi," ungkap dia.