Tiket Whoosh Terintegrasi dengan 40 Destinasi Wisata Selama Libur Nataru

Kereta api cepat Whoosh. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Tiket Whoosh Terintegrasi dengan 40 Destinasi Wisata Selama Libur Nataru

Ahmad Mustaqim • 6 November 2026 15:36

Jakarta: PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengintegrasikan tiket Whoosh dengan tiket masuk sejumlah destinasi wisata. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027.

"Menyambut Nataru, kami memiliki kerjasama dengan sekitar 40 lebih destinasi wisata baik di Jakarta dan Bandung yang mendapatkan diskon khusus mulai dari gratis masuk tempat makan dan berbagai destinasi lainnya hanya dengan menunjukkan tiket kereta cepat," kata Humas PT KCIC, Emir Monti pada Kamis, 5 November 2026. 

Emir mengatakan diskon berlaku untuk destinasi wisata di Jakarta maupun Bandung. Ia mencontohkan, sejumlah destinasi menawarkan potongan harga khusus hingga tiket masuk gratis.


"Jadi, saat masa normal angkanya (penumpang) sekitar 16.000-18.000, kemudian di akhir pekan itu meningkat hingga 18.000 sampai 21.000. (Libur) Natal dan tahun baru kamu berharap dapat mencapai sekitar 23.000 penumpang per hari 26.000 penumpang per hari di libur sekolah," kata dia. 

Jarak tempuh Jakarta-Bandung yang hanya sekitar 30 menit membuat Whoosh menjadi pilihan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik. Sementara, harga tiketnya Rp275 ribu hingga Rp350 ribu kelas ekonomi premium. 

"Karena memang masyarakat ternyata terbantu dengan adanya yang memang memangkas waktu (tempuh Jakarta-Bandung) dari 3 jam  menjadi 30 menit," ujarnya. 


Kereta api cepat Whoosh. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim


Emir berharap masyarakat bisa memanfaatkan sarana transportasi publik saat saat libur Nataru 2027. Pihak pengelola menyediakan sebanyak 62 jadwal per hari; 31 dari arah Jakarta dan 31 dari arah Bandung dengan kapasitasnya 61 tempat duduk dalam satu rangkaian atau sekitar 36.000 dalam satu hari biasa. 

"Kami harap penumpang dapat memanfaatkan berbagai destinasi yang ada di Jakarta maupun Bandung mulai dari hotel kemudian restoran. Harapannya ada peningkatan dengan persentasenya sekitar 10 sampai 15 persen," ucapnya. 

(Silvana Febiari)