Kementrans: Kawasan Transmigrasi Harus jadi Ekosistem Ekonomi Produktif

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (kedua dari kiri) dan Presiden Prabowo Subianto (tengah). Foto: Dok. Kementrans.

Kementrans: Kawasan Transmigrasi Harus jadi Ekosistem Ekonomi Produktif

Fachri Audhia Hafiez • 28 June 2026 21:36

Jakarta: Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa arah pembangunan kawasan transmigrasi ke depan wajib bertumpu pada penguatan ekonomi rakyat produktif, mulai dari petani hingga nelayan. Semangat ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pekerja sektor pangan sebagai tulang punggung bangsa.

"Kementerian Transmigrasi membaca pesan tersebut sebagai mandat moral pembangunan kawasan. Transmigrasi harus menjadi jalan untuk membuka akses rakyat terhadap lahan, pekerjaan, pendidikan, teknologi, pasar, dan masa depan yang lebih baik. Kawasan transmigrasi tidak boleh berhenti sebagai permukiman, tetapi harus tumbuh sebagai ekosistem ekonomi yang produktif," ujar Iftitah di Kabupaten Gorontalo, dikutip Minggu, 28 Juni 2026.
 


Iftitah menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026. Menurutnya, agenda kementeriannya memiliki titik temu yang kuat dengan visi Presiden, yakni membela rakyat kecil, memperkuat produksi nasional, dan melepaskan ketergantungan kebutuhan dasar dari negara lain.

Dalam forum yang dihadiri puluhan ribu petani dan nelayan tersebut, Presiden Prabowo mengingatkan pentingnya keberpihakan kepada sektor pangan sebagai pemenuhan utang sejarah bangsa. Presiden juga mengkritik kebijakan impor pangan masa lalu yang berdalih efisiensi namun mengorbankan kesejahteraan masyarakat bawah.


Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (kedua dari kiri) dan Presiden Prabowo Subianto (tengah). Foto: Dok. Kementrans.

Menanggapi hal itu, Iftitah memastikan bahwa Kementerian Transmigrasi (Kementrans) akan mengintegrasikan semangat swasembada tersebut ke dalam arah kerja kementerian ke depan. Upaya ini diperkuat dengan tren positif sektor pertanian nasional saat ini, seperti penurunan harga pupuk sebesar 20 persen dan capaian produksi pangan yang menyentuh 38 juta ton.

"Kawasan transmigrasi harus hadir sebagai bagian dari solusi: mengurangi kemiskinan, memperluas pemerataan, menciptakan pusat produksi baru, dan menjaga martabat petani serta masyarakat kawasan," ucap Iftitah.

(Fachri Audhia Hafiez)