File Jeffrey Epstein. Ilustrasi Anadolu
Tujuh Tahun Disembunyikan, Surat Wasiat Jeffrey Epstein Akhirnya Terungkap
Dimas Chairullah • 1 May 2026 17:53
New York: Sebuah surat wasiat tulisan tangan yang dilaporkan ditulis langsung oleh Jeffrey Epstein diketahui telah disimpan rapat dalam berkas pengadilan yang disegel selama hampir tujuh tahun.
Fakta mengejutkan ini membuat dokumen krusial tersebut luput dari proses penyelidikan resmi atas kematiannya yang kontroversial.
Keberadaan surat tersebut diungkapkan oleh Nicholas Tartaglione, mantan teman satu sel terpidana kasus kejahatan seksual tersebut. Dalam sebuah siniar (podcast), Tartaglione membeberkan bahwa catatan itu berisi keluhan Epstein mengenai para penyidik yang telah menyelidikinya selama berbulan-bulan namun tidak menemukan apa pun.
Dilansir dari Anadolu, Jumat 1 Mei 2026, pesan tersebut kemudian diakhiri dengan kalimat, "Saatnya mengucapkan selamat tinggal." Tartaglione mengeklaim menemukan catatan itu terselip di dalam sebuah novel grafis usai percobaan bunuh diri pertama Epstein pada Juli 2019.
Tim kuasa hukum Tartaglione dilaporkan telah mengautentikasi keaslian dokumen tersebut dengan melibatkan ahli tulisan tangan profesional sebelum akhirnya menyerahkannya kepada hakim federal.
Namun, catatan tersebut kemudian terjerat dalam sengketa hukum yang panjang mengenai hak istimewa kerahasiaan antara pengacara dan klien. Hal inilah yang membuat surat itu tersembunyi dari pandangan publik dan tidak tercatat dalam laporan resmi Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman AS pada tahun 2023. Seorang juru bicara departemen bahkan mengonfirmasi bahwa lembaganya sama sekali belum pernah melihat dokumen itu.
Demi menegakkan transparansi, media New York Times kini telah resmi mengajukan petisi kepada hakim federal untuk membuka segel catatan tersebut.
Epstein sendiri ditemukan tewas dalam tahanan di sebuah fasilitas penahanan New York pada tahun 2019 silam saat tengah menunggu penuntutan atas kasus perdagangan manusia. Sebelumnya, pengakuan bersalahnya pada tahun 2008 di negara bagian Florida telah membuatnya dihukum atas kasus permintaan layanan prostitusi dari anak di bawah umur.
Menyikapi desakan transparansi yang terus bergulir, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diketahui telah menandatangani undang-undang transparansi pada 19 November lalu yang mewajibkan pelepasan seluruh catatan terkait kasus ini.
Sejak saat itu, Departemen Kehakiman AS telah merilis lebih dari 3,5 juta halaman dokumen. Meski demikian, para penyintas dan sejumlah anggota parlemen menilai pengungkapan tersebut masih belum lengkap.