Jaksa Agung Muda bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung, Reda Manthovani. Foto: Istimewa.
Kejagung Bantu Pengembangan Olahraga Disabilitas agar Adil dan Setara
Siti Yona Hukmana • 29 April 2026 07:59
Jakarta: Kejaksaan Agung memiliki program Jaga Inklusi (JAGAIN), untuk membantu pengembangan olahraga disabilitas di seluruh Indonesia. Tujuannya, agar atlet penyandang disabilitas mendapat keadilan dan kesetaraan di setiap latihan dan pertandingan.
Program ini diperkenalkan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani dalam rapat kerja nasional (rakernas) National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Lorin Hotel Solo, Selasa, 28 April 2026. Monitoring pengurus daerah NPC Indonesia dibuat untuk penyediaan data yang bisa saling diakses, baik oleh seluruh pengurus provinsi, pengurus pusat NPC Indonesia, serta Kejaksaan Agung RI.
"Kami berharap pengurus NPC Indonesia dari mulai pusat, provinsi dan daerah memiliki basis data terlebih dahulu, karena dengan adanya basis data, NPC punya legal standing yang kuat dalam melakukan pembinaan yang seragam," kata Reda Manthovani dalam keterangannya, Rabu, 29 April 2026.
Keberadaan aplikasi JAGAIN turut mempermudah pelaku olahraga disabilitas dalam menyampaikan permasalahan atau sebuah program kerja yang ada di daerahnya. NPC Indonesia (pusat) bersama institusi Kejaksaan mulai dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, dan Kejaksaan Negeri dapat membantu koordinasi, identifikasi awal audiensi dengan pihak terkait, dorongan kebijakan, hingga pendampingan pelaporan.
"Itu merupakan dasar dari program Jaga Inklusi atau jaksa jaga disabilitas. Dengan adanya basis data ini para jaksa di Kejaksaan Negeri itu bisa memantau, misalnya penyandang disabilitas yang masih ada diskriminasi atau kurang setara. Nah, nantinya bisa dilakukan intervensi, meminta pemerintah daerah untuk memberikan perhatian kepada atlet disabilitas," ungkap Reda.
Reda meyakini adanya program ini akan mendorong pembinaan atlet disabilitas menjadi lebih baik, meski prestasi yang sudah dicapai saat ini sudah luar biasa. Terakhir, Indonesia berhasil mendapatkan 135 emas, 143 perak dan 114 perunggu di ASEAN Para Games 2025, atau jauh melebihi target 82 medali emas.
"Harapannya dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah masing-masing, menjadikan motivasi bagi atlet-atlet di daerah, karena yang dibutuhkan dari atlet-atlet penyandang disabilitas adalah perhatian yang lebih. Makanya diharapkan dengan adanya JAGAIN ini pemerintah daerah bisa men-jagain disabilitas," kata Reda.
Rapat kerja nasional (rakernas) National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Lorin Hotel Solo, Selasa, 28 April 2026. Foto: Istimewa.
Program ini mendapatkan apresiasi dari pengurus provinsi NPC Indonesia. Imam Kuncoro selaku ketua NPC Indonesia wilayah provinsi Jawa Timur menyebut, program tersebut bisa menjadi solusi dalam pengembangan olahraga disabilitas.
"Dalam agenda raker hari ini, kita punya narasumber yang kredibel, yaitu dari Kemenpora, dari Kejaksaan Agung, dan juga dari Kementerian Dalam Negeri. Dengan kehadiran beliau-beliau di Raker ini, tentunya sangat menginspirasi kami. Dan, kami juga sangat mengharap dari regulasi beliau-beliau nanti NPC seluruh Indonesia akan menjadi besar, terutama regulasi dari pak Reda Manthovani selaku wakil dari Kejagung yang sudah memberikan materi yang luar biasa," kata Imam Kuncoro.
Imam mengusulkan dan mendukung penuh agar Reda Manthovani masuk sebagai bagian dari keluarga besar NPC Indonesia. "Beliau terlibat langsung di dalam keluarga besar NPCI. Dan belianya siap untuk kami selaku ketua provinsi ingin menjadikan Bapak Reda dan Bapak Kejagung menjadi pengurus dan keluarga besar di NPCI Indonesia ini," ucap Imam Kuncoro.
Sementara itu, Alex Alua selaku ketua NPC Indonesia wilayah Papua Pegunungan menyambut positif program-program yang dipaparkan dalam rakernas NPC Indonesia. Ia berharap sekembali ke Papua Pegunungan bisa menjalankan program pembinaan sesuai dengan arahan pemberian materi dalam rakernas tersebut.
"Dan kami sebagai kepengurusan dari DOB (Daerah Otonomi Baru) memiliki kendala kekurangan alat dalam berlatih. Tadi Prof. Reda Manthovani mau bantu alat peralatan untuk kami latihan, sehingga benar-benar memberikan kepada kami. Kami siap latihan dan akan berkontribusi untuk menyiapkan atlet di sana untuk ikut event-event di internasional," kata Alex.
Program JAGAIN diharapkan dapat membantu penyampaian aspirasi daerah. Sehingga, pengembangan olahraga disabilitas semakin masif dan terstruktur.