Militer AS Klaim Hancurkan Enam Kapal Kecil Iran di Selat Hormuz

Salah satu kapal cepat milik IRGC. (Anadolu Agency)

Militer AS Klaim Hancurkan Enam Kapal Kecil Iran di Selat Hormuz

Willy Haryono • 5 May 2026 06:18

Washington: Militer Amerika Serikat (AS) telah menghancurkan enam kapal kecil Iran serta mencegat sejumlah rudal jelajah dan drone yang diluncurkan Teheran di Selat Hormuz, menurut keterangan Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper.

Langkah tersebut disebut Cooper dilakukan dalam rangka melindungi operasi maritim baru AS bertajuk “Project Freedom," yang bertujuan membuka kembali jalur pelayaran di selat strategis tersebut.

Presiden AS Donald Trump telah meluncurkan operasi tersebut pada Senin kemarin sebagai upaya mengamankan jalur pelayaran internasional setelah Iran menutup Selat Hormuz menyusul konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Cooper mengatakan bahwa pasukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah meluncurkan berbagai serangan untuk mengganggu operasi tersebut.

“IRGC meluncurkan rudal jelajah, drone, dan kapal kecil terhadap kapal yang kami lindungi. Kami berhasil menggagalkan seluruh ancaman tersebut,” ujar Cooper, dikutip dari RNZ, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa AS telah mengerahkan sekitar 15.000 personel militer, kapal perusak Angkatan Laut, lebih dari 100 pesawat, serta aset bawah laut dalam operasi ini.

Cooper juga memperingatkan Iran agar menjauhi aset militer AS selama operasi berlangsung, dan menegaskan bahwa komandan di lapangan memiliki kewenangan penuh untuk melindungi pasukan dan kapal komersial.

Project Freedom

Dalam insiden terpisah, sebuah kapal Korea Selatan dilaporkan terkena ledakan di Selat Hormuz. Trump menyebut kapal tersebut tidak termasuk dalam operasi, namun menyarankan agar bergabung dalam perlindungan yang disediakan AS.

"Iran telah menembak beberapa negara yang tidak terkait dengan pergerakan kapal, Project Freedom, termasuk sebuah kapal kargo Korea Selatan. Mungkin sudah saatnya Korea Selatan bergabung dalam misi ini!" tulis Trump di Truth Social.

"Kami telah menembak jatuh tujuh kapal kecil atau, seperti yang mereka sebut, kapal cepat Hanya itu yang tersisa bagi mereka. Selain kapal Korea Selatan, saat ini belum ada kerusakan yang terjadi di Selat tersebut," sambungnya.

Operasi “Project Freedom” mencakup sejumlah tahapan, termasuk pembersihan ranjau laut yang diduga dipasang Iran, serta pengujian jalur aman dengan mengirim dua kapal dagang berbendera AS melintasi selat tersebut.

Namun, Iran membantah klaim tersebut. IRGC menyatakan tidak ada kapal komersial yang melintas dalam beberapa jam terakhir, dan menyebut klaim AS sebagai tidak benar.

Media pemerintah Iran juga menolak laporan mengenai tenggelamnya kapal Iran dalam operasi tersebut.

Ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat meski gencatan senjata yang dimediasi Pakistan sejak 8 April masih berlaku, namun belum menghasilkan kesepakatan damai permanen.

Baca juga:  Kapal Kargo Diserang di Perairan Dekat Selat Hormuz, Awak Selamat

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)