Neraca Perdagangan Masih Surplus USD3,58 Miliar pada Januari-Juni 2026

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Neraca Perdagangan Masih Surplus USD3,58 Miliar pada Januari-Juni 2026

Eko Nordiansyah • 3 August 2026 12:54

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus senilai ASD3,58 miliar pada periode Januari-Juni 2026.

“Sepanjang Januari-Juni 2026, neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar USD3,58 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 3 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Ateng merinci bahwa surplus sepanjang semester pertama tahun 2026 terutama ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas sebesar USD19,35 miliar. Sementara untuk komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD15,77 miliar.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Ekspor tumbuh 4,13%, impor naik 18,69%

Secara kumulatif, total nilai ekspor mengalami peningkatan 4,13 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan nilai USD140,81 miliar. Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh sektor industri pengolahan sebesar 6,18 persen.

Di sisi lain, nilai impor sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai USD37,24 miliar atau meningkat 18,69 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2025.

Adapun untuk periode Juni, Neraca Perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD450 juta, dengan rincian nilai ekspor sebesar USD25,46 miliar, sedangkan impor tercatat senilai USD25,91 miliar.

(Eko Nordiansyah)