Italia Panggil Dubes Rusia usai PM Giorgia Meloni Dihina 'Idiot' di Acara TV

PM Italia Giorgia Meloni. (Anadolu Agency)

Italia Panggil Dubes Rusia usai PM Giorgia Meloni Dihina 'Idiot' di Acara TV

Willy Haryono • 22 April 2026 17:33

Roma: Pemerintah Italia memanggil Duta Besar Rusia di Roma setelah seorang presenter televisi Rusia melontarkan serangkaian hinaan terhadap Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyatakan bahwa pihaknya telah memanggil Duta Besar Rusia, Alexey Paramonov, untuk menyampaikan protes resmi atas pernyataan merendahkan tersebut.

Menurut laporan media Italia yang dikutip Euronews, Rabu, 22 April 2026, presenter televisi Rusia Vladimir Solovyov telah menyebut Meloni dengan sejumlah penghinaan dalam siaran televisi, termasuk menyebutnya sebagai “aib bagi umat manusia," “idiot tersertifikasi," "hewan buas liar," hingga "perempuan kecil yang jahat."

Tidak hanya itu, Solovyov juga menuduh Meloni sebagai sosok “fasis” yang telah mengkhianati para pemilihnya. Tajani menegaskan bahwa pemerintah Italia memandang pernyataan tersebut sebagai sesuatu yang sangat serius dan ofensif.

Kecaman juga datang dari berbagai pihak di dalam negeri, termasuk kubu oposisi. Pemimpin Gerakan Lima Bintang, Giuseppe Conte, menyebut pernyataan itu sebagai sesuatu yang "tak boleh terucap," sementara politisi Us Moderates (Noi Moderati), Mariastella Gelmini, menilainya sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima."

Sekretaris Partai Demokrat, Elly Schlein, juga mengecam keras komentar tersebut. Ia menyebut tuduhan bernuansa seksis itu sebagai penghinaan tidak hanya terhadap Meloni, tetapi juga terhadap seluruh institusi Italia.

Serangan Pribadi

Sementara itu, Ketua Komisi Pengawas Rai, Barbara Floridia, menegaskan bahwa serangan pribadi bukanlah bentuk kritik politik yang sah dan Italia tidak akan terintimidasi oleh propaganda Rusia.

Hubungan antara Roma dan Moskow memang tengah tegang, terutama karena dukungan kuat Meloni terhadap Ukraina. Di sisi lain, hubungan Meloni dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga dilaporkan memburuk setelah ia membela Paus Leo XIV dari serangan verbal Trump.

Pekan lalu, Trump melontarkan kritik tajam terhadap Meloni terkait keengganannya bergabung dalam perang melawan Iran.

“Saya terkejut dengannya. Saya kira dia punya keberanian, ternyata saya salah,” ujar Trump dalam wawancara dengan harian Italia Corriere della Sera.

“Ia tidak dapat diterima karena tidak peduli bahwa Iran memiliki senjata nuklir dan bisa menghancurkan Italia dalam dua menit jika memiliki kesempatan,” tambahnya.

Baca juga:  PM Italia Mengaku Dilaporkan ke ICC atas Dugaan Terlibat Genosida Gaza

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)