Tak Kenal Maka Tak Cuan: Dedy Dahlan Ungkap Cara Membangun Koneksi yang Bikin Bisnis Melejit

Penulis buku Dedy Dahlan menggelar webinar Tak Kenal Maka Tak Cuan, mengupas secara mendalam strategi membangun koneksi yang berdampak nyata terhadap karier dan bisnis (Foto:Tangkap layar webinar)

Tak Kenal Maka Tak Cuan: Dedy Dahlan Ungkap Cara Membangun Koneksi yang Bikin Bisnis Melejit

Rosa Anggreati • 10 April 2026 21:20

Jakarta: Penulis buku Dedy Dahlan menggelar webinar bertajuk “Tak Kenal Maka Tak Cuan,” mengupas secara mendalam strategi membangun koneksi yang berdampak nyata terhadap karier dan bisnis.

Dalam sesi webinar yang diselenggarakan pada Jumat, 10 April 2026 ini, Dedy Dahlan membedah isi buku terbarunya "Tak Kenal Maka Tak Cuan," sekaligus membagikan pengalaman serta riset yang menjadi fondasi pemikirannya.

Dedy, yang telah menulis tujuh buku, menegaskan bahwa tujuan utama karyanya adalah membantu individu membangun karier melalui networking yang tepat. Namun, ia menyoroti bahwa banyak orang keliru memahami konsep networking.

“Networking itu luas dan terkalkulasi, connection itu intim dan personal. Tanpa connection yang baik, networking Anda tidak akan berfungsi efektif,” ujar Dedy dalam webinar tersebut.

Buku "Tak Kenal Maka Tak Cuan" bukan sekadar teori, melainkan menghadirkan framework praktis bernama Authentic Connection. Framework ini dirancang agar seseorang bisa diingat, dipercaya, dan bahkan direkomendasikan, meski tidak hadir secara langsung dalam sebuah peluang.


Networking yang Sering Gagal


Dalam pemaparannya, Dedy Dahlan mengungkap alasan utama mengapa banyak upaya networking berujung buntu. Ia menyebutkan sistem pendidikan tidak pernah mengajarkan cara membangun relasi secara efektif.

“Banyak orang datang ke acara, salaman, tukar kartu nama, lalu berharap peluang datang seperti sulap. Faktanya, 80–90 persen kartu nama itu berakhir di laci,” kata Dedy Dahlan.

Networking pun bukan hanya soal kuantitas, melainkan kualitas interaksi. Tanpa kedalaman hubungan, koneksi tidak akan membuka pintu peluang.
   

Membuka Kunci Peluang 


Dedy Dahlan menekankan bahwa kesuksesan sering kali bergantung pada siapa yang kita kenal. “Kunci menuju tujuan kita dipegang oleh orang lain. Kalau belum dapat, bukan berarti Anda kurang kerja keras. Bisa jadi Anda belum bertemu orang yang tepat,” katanya.

Ia merinci tiga alasan mengapa pintu network belum terbuka:

1. Belum mengenal orang yang tepat
2. Belum mengetahui jaringan mereka
3. Mereka belum bersedia membuka pintu


Pilar Authentic Connection



(Foto:Dok.Dedy Dahlan)

Dalam bukunya, Dedy memperkenalkan tiga pilar utama untuk membangun hubungan yang kuat:

1. Authenticity
   Menjadi diri sendiri dengan kejujuran dan keterbukaan.

2. Resonance
   Membangun koneksi emosional melalui empati dan respons yang tulus.

3. Co-profit
   Menciptakan hubungan yang saling menguntungkan, dimulai dari memberi nilai kepada orang lain.

Ia juga mengingatkan bahwa berpura-pura menjadi orang lain justru akan merusak kepercayaan. “Kalau kita fake (palsu), orang akan merasakan itu,” ujarnya.
 

Tujuan Akhir: Diingat Saat Tidak Hadir




(Foto:Dok.Dedy Dahlan)


Lebih lanjut Dedy Dahlan menjelaskan mengenai teori Stereotype Content Model dari Susan Fisk. Teori ini menyebutkan bahwa manusia menilai orang lain dari dua aspek, yaitu kehangatan (warmth) dan kompetensi (competence).

“Orang akan percaya dulu, baru kagum pada kemampuan kita. Jadi, kehangatan itu penting di awal,” jelasnya.

Menurut Dedy, tujuan utama dari membangun koneksi adalah agar orang lain mengingat kita, menyebutkan nama kita, bahkan ketika kita tidak berada di tempat.
 
“Networking itu seperti tanaman. Harus ditanam, dipupuk, dan dirawat. Kalau berhasil, orang akan menyebut nama Anda saat ada peluang,” katanya.

Sebagai langkah praktis, ia menyarankan memulai interaksi dengan pertanyaan sederhana “How can I help you?”

Sebagai penutup webinar, Dedy Dahlan mengingatkan bahwa inti dari networking bukanlah sekadar memperbanyak kenalan, melainkan membangun koneksi yang bermakna dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya hadir secara autentik, memahami orang lain dengan empati, serta menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Dengan pendekatan ini, setiap interaksi memiliki potensi menjadi pintu peluang baru, menjadikan koneksi bukan hanya relasi sesaat, tetapi aset jangka panjang dalam perjalanan karier dan bisnis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)