Kepala KSP M Qodari Serukan Persatuan dan Kesatuan di Tengah Situasi Global

Kepala Staf Kepresidenan M Qodari. Istimewa

Kepala KSP M Qodari Serukan Persatuan dan Kesatuan di Tengah Situasi Global

Whisnu Mardiansyah • 7 April 2026 22:31

Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah situasi global yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak terprovokasi oleh wacana yang berpotensi memecah belah stabilitas nasional.

Seruan tersebut disampaikan Qodari menanggapi berbagai dinamika politik belakangan ini, termasuk pernyataan sejumlah pihak yang dinilainya dapat mengganggu jalannya pemerintahan. Ia menegaskan bahwa saat ini yang paling dibutuhkan bangsa Indonesia adalah solidaritas dan kerja sama semua elemen.

“Dalam situasi seperti sekarang ini, situasi global seperti ini, tentu yang sangat dibutuhkan oleh bangsa kita, negara kita, adalah persatuan dan kesatuan untuk menghadapi dinamika yang akan ada,” tegas Qodari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Qodari mengingatkan bahwa berbagai negara di dunia saat ini tengah menghadapi gejolak ekonomi, ketegangan geopolitik, dan krisis energi. Karena itu, Indonesia tidak boleh terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif dan berpotensi menimbulkan perpecahan.

“Itu yang kita saksikan di berbagai wilayah yang mengalami kekacauan, gejolak politik kontestasi, atau konflik yang berkepanjangan mengenai kepemimpinan nasional,” katanya.

Ia juga menyayangkan adanya narasi dari sejumlah pihak yang mengajak menggunakan cara-cara inkonstitusional untuk mengganggu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Qodari menilai hal tersebut dapat memicu ketidakpastian politik. Menurutnya, ketidakpastian hanya akan menyulitkan bangsa dalam menghadapi tantangan global.

“Saya menyayangkan pernyataan tersebut, karena pergantian Presiden atau kepemimpinan nasional tanpa melalui mekanisme konstitusi, tanpa melalui mekanisme pemilu, menimbulkan ketidakpastian politik yang sangat besar. Sesuai dengan namanya, ketidakpastian politik itu bisa menimbulkan kekacauan,” ungkapnya.

Qodari menilai mekanisme demokrasi selama ini telah berjalan dengan baik di Indonesia. Ia menekankan bahwa pemilu telah menjadi kesepakatan bersama sebagai satu-satunya jalan pergantian kepemimpinan nasional.

“Konsolidasi demokrasi itu ciri-cirinya adalah pergantian kepemimpinan yang teratur, kemudian adanya pemilu yang berjalan dengan baik. Konsolidasi demokrasi itu setahu saya sering ditulis oleh Pak Saiful sebagai sesuatu yang penting,” bebernya.

Di akhir pernyataannya, Qodari mengajak seluruh komponen bangsa, termasuk akademisi, politisi, dan masyarakat sipil, untuk mengedepankan dialog yang membangun. Ia juga meminta semua pihak tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat merusak kerukunan nasional.

“Jadi, upaya-upaya, pernyataan-pernyataan yang mau mengganti kepemimpinan nasional dengan jalur non-demokratis, non-konstitusional, itu adalah upaya-upaya untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan,” tutupnya.

Sebelumnya, video pernyataan pengamat politik Saiful Mujani terkait kepemimpinan Prabowo viral di media sosial. Dalam pernyataannya, Saiful Mujani menyinggung upaya menjatuhkan Presiden Prabowo melalui jalur non-prosedural.

“Saya alternatifnya bukan pada prosedur formal seperti impeachment, itu tidak akan jalan. Yang bisa dilakukan adalah mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Menasihati tidak bisa, yang bisa hanya dijatuhkan. Itu untuk menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo, tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” ujar Saiful Mujani.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)