Layanan Haji Lancar, Pemerintah Matangkan Persiapan Armuzna

Ibadah haji/Metro TV/Misbahol

Layanan Haji Lancar, Pemerintah Matangkan Persiapan Armuzna

Akmal Fauzi • 20 May 2026 22:48

Jakarta: Anggota Amirulhaj, Muhaimin Iskandar, menilai pelaksanaan operasional haji 2026 sejauh ini berjalan mulus sesuai rencana. Fase keberangkatan dari embarkasi hingga kedatangan jemaah di Madinah dan Mekah berjalan lancar.

Cak Imin, sapaan akrabnya, menyebut pemerintah fokus pada persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu mengapresiasi regulasi layanan dari Pemerintah Arab Saudi, sekaligus kinerja para petugas lapangan yang dinilai solid dalam mendukung kelancaran ibadah jemaah haji Indonesia.

“Secara khusus, kami menyoroti seluruh rangkaian perjalanan pelaksanaan haji sejak keberangkatan sampai hari ini berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan,” kata Cak Imin di Mekah, Rabu, 20 Mei 2026.
 


Menurutnya, fase Armuzna merupakan titik paling krusial dalam penyelenggaraan haji. Berdasarkan jadwal, puncak haji akan dimulai pada 25 Mei 2026, ditandai dengan pergerakan jemaah menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf. 

Oleh karena itu, kesiapan aspek logistik seperti akomodasi tenda, distribusi konsumsi, manajemen transportasi, hingga layanan kesehatan kini menjadi prioritas utama.

“Kami fokus kepada puncak dari perjalanan pelaksanaan haji yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” katanya. 

Muhaimin mengimbau seluruh pemangku kebijakan di sektor transportasi untuk memperketat koordinasi selama fase Armuzna. Mobilisasi jutaan jemaah secara serentak dinilai menuntut manajemen pengaturan yang presisi guna menghindari potensi kepadatan ekstrem di jalur pergerakan.

Selain masalah transportasi, evaluasi berkala juga terus dilakukan terhadap kesiapan katering dan kelayakan fasilitas tenda di Arafah. Kualitas layanan di titik-titik tersebut dianggap menjadi barometer utama keberhasilan penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini.

“Yang terakhir ketika di Mina, pelaksanaan mabit, pelaksanaan lempar jumrah hingga akhir pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya.


Ibadah haji/Metro TV/Misbahol

Di sisi lain, sektor pelayanan medis melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) turut disiagakan penuh. Mengingat risiko kelelahan dan gangguan kesehatan diprediksi meningkat tajam saat puncak ibadah, Cak Imin mengimbau jemaah untuk bersikap proaktif dalam menjaga kebugaran fisik.

Jemaah diminta bijak mengatur ritme aktivitas, menjaga asupan cairan, dan memaksimalkan waktu istirahat menjelang hari penentuan di Armuzna.

“Bagi para jemaah haji, mohon untuk betul-betul mempersiapkan diri secara kesehatan. Minum dan istirahat harus cukup sehingga memasuki Arafah dengan kesehatan yang prima, tanpa ada halangan,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)