Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan PM Singapura Lawrence Wong di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026. (YouTube / @SekretariatPresiden)
Indonesia-Singapura Sepakati Tiga Fokus Baru Kerja Sama Bilateral
Willy Haryono • 6 July 2026 15:43
Jakarta: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengatakan Indonesia dan Singapura telah menyepakati tiga fokus baru kerja sama bilateral, yakni di sektor energi, hubungan antarmasyarakat, dan pertahanan sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Hal itu disampaikan PM Wong usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
PM Wong mengatakan sektor energi menjadi salah satu fokus utama kerja sama baru antara kedua negara, terutama setelah dinamika di Timur Tengah kembali mengingatkan pentingnya ketahanan dan diversifikasi energi.
Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar di bidang energi terbarukan dan Singapura ingin menjadi mitra dalam pengembangannya.
Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah pembangunan salah satu proyek tenaga surya terbesar di Indonesia yang berlokasi di Sulawesi Tengah.
Selain itu, kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan Danantara, Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections sebagai dasar pembahasan proyek listrik lintas batas.
PM Wong mengatakan proyek tersebut diharapkan tidak hanya menguntungkan kedua negara, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan ASEAN Power Grid guna memperkuat ketahanan energi kawasan.
Program Sekolah Garuda hingga Kerja Sama SAF-TNI
Fokus kedua, lanjut PM Wong, adalah mempererat hubungan antarmasyarakat melalui peningkatan pertukaran pelajar dan generasi muda.Ia menyambut pelaksanaan Program Sekolah Garuda yang digagas Presiden Prabowo dan mengatakan Singapura ingin memperluas pertukaran dengan sekolah-sekolah tersebut agar para pelajar kedua negara dapat saling belajar.
Lawrence juga menyoroti pembukaan penerbangan langsung Singapura-Pontianak yang mulai beroperasi pekan lalu. Menurutnya, penambahan konektivitas udara akan mendukung pariwisata, perjalanan bisnis, serta interaksi masyarakat kedua negara.
Di sektor pertahanan sebagai fokus ketiga, PM Wong menegaskan hubungan baik antara Singapore Armed Forces (SAF) dan TNI menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan kedua negara.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas kontribusinya dalam mempererat hubungan pertahanan Indonesia dan Singapura.
Dalam kerangka Defence Cooperation Agreement, SAF tengah menjajaki pengembangan bersama fasilitas pelatihan di Baturaja dan Siabu Air Weapons Range.
PM Wong mengatakan Singapura juga akan terus mendukung prioritas pembangunan Indonesia melalui berbagai program peningkatan kapasitas, termasuk di bidang kesehatan dan teknologi pertanian.
ASEAN di 2027
Selain isu bilateral, PM Wong dan Presiden Prabowo turut membahas perkembangan regional dan global, termasuk pentingnya menjaga sentralitas ASEAN.Menjelang Singapura menjadi Ketua ASEAN pada 2027, PM Wong mengatakan negaranya akan berkonsultasi secara erat dengan Indonesia dalam menyusun agenda kawasan.
Keduanya juga membahas situasi di Timur Tengah yang dinilai memiliki dampak terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura.
Menurut PM Wong, Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga kedua selat tersebut tetap aman, terbuka, dan dapat dilalui sesuai hukum internasional, termasuk ketentuan UNCLOS.
"Indonesia dan Singapura adalah mitra tepercaya yang memiliki kepentingan bersama atas keberhasilan satu sama lain," ujarnya.
Ia berharap peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura pada 2027 menjadi momentum untuk membawa hubungan bilateral kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi.
Baca juga: PM Singapura Tegaskan Komitmen Investasi di Indonesia, Singgung BBK hingga Kendal