Trump Akui Meminta FIFA Tinjau Kartu Merah Striker AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. The New York Times

Trump Akui Meminta FIFA Tinjau Kartu Merah Striker AS

Fajar Nugraha • 6 July 2026 23:57

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi bahwa dia berbicara dengan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan kartu merah striker AS Folarin Balogun pada pertandingan Piala Dunia pekan lalu.

Pada percakapan bersama Infantino, Trump mengatakan dia tidak percaya permainan itu adalah pelanggaran.

"Saya meminta peninjauan, karena saya tidak berpikir itu pelanggaran," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip dari Anadolu, Senin 6 Juli 2026.

“Jadi, ya, saya meminta peninjauan oleh FIFA. Saya berbicara dengan orang yang sangat dihormati,” ungkap Trump.

Pekan lalu, Balogun diusir dengan kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran terhadap Tarik Muharemovic dari Bosnia dan Herzegovina dalam kemenangan AS 2-0 di babak 32 besar.

FIFA mengumumkan pada Minggu bahwa skorsing Balogun telah ditangguhkan untuk masa percobaan satu tahun, sehingga penyerang berusia 25 tahun itu diizinkan bermain dalam pertandingan babak 16 besar melawan Belgia di Seattle pada hari Senin.

Federasi sepak bola Belgia mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka "terkejut" dengan keputusan FIFA untuk mengizinkan Balogun bermain dalam pertandingan melawan tim nasional Belgia meskipun ia mendapat kartu merah di babak sebelumnya.

Trump mengatakan dia berpikir FIFA membuat keputusan "yang benar-benar brilian" untuk menangguhkan kartu merah Balogun. "Saya pikir keputusan wasit itu mengerikan," katanya, dengan alasan bahwa Balogun tidak melakukan kesalahan apa pun.

"Saya tidak menyuruhnya melakukan apa yang harus dilakukan, saya tidak bisa menyuruhnya melakukan apa yang harus dilakukan dan saya tidak percaya dia yang membuat keputusan. Saya pikir itu adalah komite yang membuat keputusan, dan mereka membuat keputusan yang tepat, karena pertama, itu bukan pelanggaran," kata Trump.

Menuduh wasit Brasil

Ia juga mengkritik keputusan wasit asal Brasil, Raphael Claus, yang memberikan kartu merah dan mengatakan bahwa pelanggaran tersebut terjadi akibat dua pemain bertabrakan saat berlari dengan kecepatan penuh.

"Saya melihat kejadian itu, dan saya adalah orang yang menyukai olahraga itu bukan pelanggaran. Itu bahkan bukan pelanggaran ringan. Itu adalah dua orang yang berlari dengan kecepatan penuh dan kebetulan bertabrakan. Anda tidak bisa meletakkan kaki Anda dengan benar di kaki orang lain saat Anda berlari,” sebut Trump.

"Tidak. Ini adalah dua atlet hebat yang terlibat bentrokan," katanya, menyebut Claus "agak mencurigakan jika Anda memeriksa rekam jejaknya," tanpa memberikan bukti untuk mendukung klaimnya terhadap wasit tersebut.

"Saya tidak ingin mengatakan itu, karena saya tidak suka menimbulkan kontroversi, tetapi, sangat mencurigakan."

Trump mengatakan Claus "membuat keputusan yang tidak dapat dipercaya siapa pun."

Pertandingan Senin malam nanti akan "luar biasa," kata Trump, menambahkan: "Kita akan menurunkan tim lengkap, dan Belgia juga akan menurunkan tim lengkap, dan tahukah Anda, jika mereka mengalahkan kita, maka mereka bisa sangat bangga."

(Fajar Nugraha)