Momen Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Papua. Foto: Dok. Istimewa.
Pembangunan Papua Jangkau Layanan Publik hingga Pertanian
M Sholahadhin Azhar • 18 August 2026 15:31
Jakarta: Pembangunan Papua disebut menjangkau sektor pertanian, akses layanan publik, hingga berbagai fokus lain. Capaian itu disebut menjadi upaya pemerintah mempercepat pembangunan Papua.
“Pembangunan yang sudah berjalan tentu harus kita apresiasi. Tetapi kita juga harus terus mengevaluasi, apakah masyarakat asli Papua sudah cukup dilibatkan dan apakah pembangunan yang dilakukan memang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Peneliti Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Fathan Putra Mardela, dalam keterangan yang dikutip Selasa, 18 Agustus 2026.
Hal itu diungkap Fathan dalam diskusi refleksi kemerdekaan di Merauke. Dia mengatakan pembangunan di Papua dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang patut diapresiasi. Kehadiran infrastruktur, pengembangan sektor pertanian, akses layanan publik, hingga berbagai program pemerintah menjadi bagian dari upaya mempercepat kemajuan Papua.
Namun, menurut Fathan, pembangunan tidak boleh berhenti pada seberapa banyak program yang dilaksanakan. Hal yang jauh lebih penting adalah memastikan siapa yang terlibat, siapa yang menerima manfaat, dan apakah pembangunan tersebut benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Momen Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Papua. Foto: Dok. Istimewa.
Ia menilai masyarakat asli Papua, khususnya masyarakat adat, harus ditempatkan sebagai subyek dan pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat.
Pelibatan tersebut, kata dia, tidak cukup dilakukan ketika program sudah ditetapkan. Masyarakat harus dilibatkan sejak tahap identifikasi kebutuhan, penelitian, perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan hingga evaluasi.
“Jangan sampai masyarakat baru dilibatkan ketika program sudah berjalan. Seharusnya mereka ikut menentukan sejak awal karena merekalah yang paling memahami kebutuhan dan persoalan di wilayahnya,” kata Fathan.
Menurut Fathan, pendekatan tersebut penting agar pembangunan tidak hanya terlihat besar secara fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata. Ia menekankan pentingnya riset dan perencanaan yang matang sebelum pembangunan dilaksanakan. Setiap program perlu didahului kajian yang memetakan kondisi sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, potensi wilayah, serta kebutuhan masyarakat setempat.
“Pembangunan harus berbasis data dan riset. Kita harus tahu terlebih dahulu apa masalahnya, apa kebutuhannya, siapa yang terdampak, dan seperti apa solusi yang paling tepat,” kata Fathan.
Fathan mencontohkan pembangunan di sektor pertanian di Merauke. Perkembangan teknologi dan pengembangan kawasan pertanian merupakan langkah penting yang patut didukung.
"Namun, kemajuan tersebut harus berjalan bersama peningkatan kapasitas petani asli Papua, akses terhadap teknologi, kesempatan kerja, pendampingan, serta manfaat ekonomi yang berkelanjutan," kata Fathan.