Ilustrasi timah. Foto: dok PT Timah.
Penertiban Tambang Ilegal Dongkrak Laba TINS 9 Kali Lipat
Gervin Nathaniel Purba • 13 August 2026 12:49
Jakarta: PT Timah Tbk (TINS) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,71 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut melonjak lebih dari sembilan kali lipat dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp300,07 miliar.
Capaian positif ini tercapai setelah Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk menertibkan sekitar 1.000 tambang ilegal dan menutup jalur penyelundupan timah di Bangka Belitung. Operasi yang melibatkan TNI, Polri, dan Bea Cukai tersebut mulai dijalankan sejak September 2025.
Analis BRI Danareksa Andhika Audrey menilai penertiban tersebut membuat aktivitas pertambangan timah secara bertahap kembali masuk ke ekosistem formal. Kondisi itu memberikan ruang bagi TINS untuk mengamankan pasokan bijih dari wilayah konsesinya, sekaligus meningkatkan utilisasi fasilitas produksi serta kepercayaan investor terhadap industri pengelolaan timah nasional.
"Dampaknya mulai terlihat dari kenaikan produksi, volume penjualan, serta perbaikan margin TINS. Apabila pengawasan tambang dan jalur penyelundupan dilakukan secara konsisten, pertumbuhan kinerja perseroan berpotensi lebih berkelanjutan," ujar Andhika dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Agustus 2026.
Sentimen positif tersebut turut tercermin pada saham TINS. Harga saham perseroan meningkat sekitar 17,7 persen dari Rp3.270 pada 30 Juni 2026, menjadi Rp3.850, pada 10 Agustus 2026.
Pada harga tersebut, kapitalisasi pasar TINS mencapai sekitar Rp28,67 triliun. Berdasarkan laba Semester I-2026 yang disetahunkan secara sederhana, saham TINS diperdagangkan pada kisaran 5,3 kali indicative PER.
"Penutupan tambang ilegal dapat menjadi katalis re-rating bagi TINS. Pasar tidak lagi hanya melihat perseroan sebagai penerima manfaat kenaikan harga timah, tetapi juga sebagai perusahaan yang memiliki peluang pertumbuhan produksi, arus kas, dan laba yang lebih terukur," jelas Andhika.

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Pendapatan tumbuh 146%
Dari capaian laba bersih sebesar Rp2,71 triliun, TINS mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 146,9 persen menjadi Rp10,42 triliun. Sementara laba usaha meningkat dari Rp380,20 miliar menjadi Rp3,46 triliun. Margin laba usaha juga melebar dari 9,01 persen menjadi 33,24 persen.
Kinerja tersebut ditopang kenaikan produksi bijih timah sebesar 75 persen menjadi 12.232 ton Sn. Produksi logam timah tumbuh 58% menjadi 10.865 metrik ton, sedangkan volume penjualan melonjak 85 persen menjadi 10.984 metrik ton.
Selain kenaikan harga jual rata-rata timah sebesar 52 persen menjadi USD49.794 per metrik ton, perbaikan operasional TINS turut didukung penguatan pengawasan dan pengamanan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) serta dukungan Satuan Tugas Pemerintah Pusat.